"Kalau dulu ketika ada pengungsi Vietnam di Pulau Galang, tapi kita tahu itu memakan waktu yang panjang. Dulu kan hanya dari Vietnam yang homogen," jelas Deputi Wapres Bidang Politik, Dewi Fortuna Anwar.
Hal itu disampaikan Dewi Fortuna usai menerima Perwakilan UNHCR (Badan PBB yang Mengurusi Pengungsi) Thomas Vegas dan Deputi Kepala IOM (International Organization Migration) Steve Hamilton di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
UNHCR, imbuh Dewi, juga bilang perlu dipikirkan dampak yang harus ditanggung oleh negara penerima.
"Karena kalau dalam satu tempat itu ongkosnya besar sekali, belum lagi risiko keamanan. Ini bukan masalah Indonesia tapi harus dibicarakan regional, yang penting bukan Indonesia saja," jelas dia.
Ada informasi pemerintah Filipina bersedia menampung para pengungsi Rohingya itu, namun, kesediaan Filipina itu pun dinilai Dewi tidak mudah. Karena secara lokasi, relokasi yang dilakukan ke Filipina cukup jauh.
"Itu kan berita bagus, tapi secara logistik tidak mudah karena itu kan lokasinya jauh sementara mereka lewat Selat Malaka, untuk pergi ke Filipina tidak mudah jadi harus dilihat feasibilitasnya," tutup dia.
(Muhammad Taufiqqurahman/Nograhany Widhi K)











































