Pantauan di lokasi, Rabu (20/5/2015), Jalan Medan Merdeka Utara ditutup total untuk kedua arah. Penutupan dilakukan di persimpangan Jalan Medan Merdeka Timur yang mengarah ke Istana. Kendaraan diarahkan untuk lurus ke Jalan Lapangan Banteng.
Sementara dari arah sebaliknya, penutupan dilakukan di depan Sekretariat Negara. Sehingga kendaraan yang menuju ke Jalan Tanah Abang masih bisa melintas.
Aksi ini terfokus dalam 2 titik. Lebih dari 500 mahasiswa beraksi di depan Istana Negara. Mereka terdiri dari berbagai instansi dan universitas. Para mahasiswa ini menuntut pemerintahan kabinet kerja untuk memperbaiki kinerjanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kecewa dengan pemerintahan Jokowi-JK," kata salah seorang orator di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
Sementara sekitar 150 buruh beraksi di depan gedung Kemendagri. Mereka berorasi secara bergantian menuntut Perda Jawa Barat nomor 6 tahun 2014 karena dinilai melegalkan perbudakan.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo mengatakan, pihaknya mengerahkan 2.500 personel kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir. Kawasan di depan Istana juga dikelilingi kawat berduri.
Sementara itu menurutnya, ada 15 kelompok yang telah meminta izin untuk menggelar aksi dalam rangka peringatan Harkitnas ini. Jika dijumlahkan, diperkirakan massa mencapai seribuan orang.
"Mereka tidak hanya mahasiswa, ada buruh juga. Aksinya juga tidak hanya dalam rangka Harkitnas. Ada yang demo kepada perusahaan mereka menolak PHK," tutur Hendro.
(kff/ear)











































