UNHCR Soal Pengungsi Rohingya di RI: Selamatkan Mereka yang Utama!

UNHCR Soal Pengungsi Rohingya di RI: Selamatkan Mereka yang Utama!

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 20 Mei 2015 14:33 WIB
UNHCR Soal Pengungsi Rohingya di RI: Selamatkan Mereka yang Utama!
Reuters
Jakarta - Sekitar 1.300-an pengungsi Rohingya membanjiri Aceh dan Medan. Perwakilan UNHCR atau Badan PBB yang mengurus Pengungsi Thomas Vegas menemui Wapres JK. Lalu apa kata perwakilan UNHCR tersebut?

"Yang paling penting โ€Žialah berpikir bagaimana selamatkan orang-orang atau pengungsi Rohingya ini. Karena ada sekitar seribu saya juga tidak tahu jumlah pastinya. Penting menyelamatkan mereka, itu yang paling utama," kata Perwakilan UNHCR Thomas Vegas di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).

Vegas datang ke Istana Wapres bersama Deputi Kepala IOM (International Organization Migration) Steve Hamilton.

"Saya berterima kasih atas respons baik dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk membantu kebutuhan kemanusiaan dan setuju kebijakan pemerintah untuk saling bertanggungjawab," imbuhnya.

Menurut Vegas, UNHCR membantu mencari solusi terbaik untuk pengungsi Rohingya. UNHCR akan siap membantu pemerintah Indonesia. Namun tidak diketahui bantuan yang akan diberikan.

"Kami akan bekerja secara intensif dengan pemerintah, UNHCR, IOM, โ€Ždan semua pihak terkait dengan masalah ini, untuk siap siaga dan membantu apa yang bisa diberikan dalam konteks kemanusiaan. Tapi yang sangat penting adalah pemerintah terkait saling tanggung jawab," jelas Vegas.

Vegas menegaskan, yang terpenting menyelamatkan seluruh pengungsi Rohingya, membantu yang butuh bantuan, dan menyediakan sebuah solusi konkret. Namun dia masih sulit menjawab waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan masalah tersebut. Lalu, bagaimana pemerintah negara-negara terkait berbagi tanggung jawab untuk merawat mereka.

Apakah pengungsi tersebut akan dipindahkan, Vegas mengatakan hal itu bisa dilakukan. Namun hal tersebut harus berkoordinasi dengan pemerintah Myanmar.

"Tiap negara yang berkaitan harus bisa membantu kembali menyatukan mereka ke keluarganya. Di sini banyak anak-anak dan perempuan, penting untuk menyatukan mereka pada keluarganya. Ini penting dilakukan dan ini yang kami harapkan dilihat dunia internasional serta bisa ditangani secepatnya," demikian kata Vegas.

(Niken Widya Yunita/Nograhany Widhi K)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads