"Pendekatannya harus komprehensif, Indonesia dan masyarakat internasional harus menekan pemernwtah Myanmar memberikan solusi terbaik. Yang jelas, ini akan menimbulkan masalah. Harus ada kemauan dari ASEAN, beri perhatian khusus," jelas Deputi Wapres Bidang Politik, Dewi Fortuna Anwar.
Hal itu disampaikan Dewi Fortuna usai menerima Perwakilan UNHCR (Badan PBB yang Mengurusi Pengungsi) Thomas Vegas dan Deputi Kepala IOM (International Organization Migration) Steve Hamilton di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015). Wapres Jusuf Kalla sendiri, imbuh Dewi, memiliki perhatian besar pada para pengungsi, terutama dari Rohingya.
"Tapi di lain pihak, ini bukan hanya tanggung jawab Indonesia, ini tanggung jawab Myanmar sendiri yang harusnya tidak memaksa masyarakat sendiri melarikan diri," tegas dia.
Berbeda dengan pengungsi dari Bangladesh yang menjadi pengungsi dengan tujuan mencari pekerjaan yang lebih baik. Pengungsi Bangladesh, mesti difasilitasi untuk dikembalikan ke negaranya.
"Sebagian besar laki-laki Bangladesh single, bukan karena tekanan politik tapi karena ingin mendapatkan kerjaan yang lebih baik. Tentu tidak bisa diperlakukan sebagai refugees, tentu harus ada kerjasama dengan Pemerintah Bangaladesh yang memfasilitasi kepulangan dan agar orang itu tidak kembali jadi pengungsi. Di Bangladesh, ada people smuggling yang brutal, Bangladesh juga kita harus menangani masalah ini," tutur Dewi Fortuna.
(Nograhany Widhi K/Rachmadin Ismail)











































