"Gerakan demokrasi harus dilakukan dengan niat baik. Kita nggak perlu defensif, apalagi Jokowi dibangun dari rakyat," kata Hasto di Museum Kebangkitan Nasional, Jl Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
"Yang sifatnya menggulingkan pemerintah, itu nggak bisa dibenarkan. 6 Bulan ini tantangan memang dirasakan pemerintah. Jokowi akan melakukan langkah perbaikan, sama seperti di Solo, diawali langkah yang tidak populer, tapi keberanian itulah yang dibutuhkan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dinamika menyandera kepentingan politik, menciptakan ketidakstabilan baru. Memecah konsentrasi Jokowi untuk memecahkan kebuntuan ekonomi," ujar Hasto.
Kemudian Hasto menegaskan sejarah kebangkitan nasional menjadi inspirasi seorang pemimpin tetap bergerak meski ada resiko. Ia melanjutkan, momentum tersebut membuat PDIP terbuka terhadap otokritik.
"Ini momentum PDIP untuk otokritik. Parpol jadi sumber keteladanan untuk menghasilkan pemimpin dengan semangat revolusi mental," ucap Hasto.
"Kenapa di sini (Museum Kebangkitan Nasional)? Karena rekam jejak kemerdekaan sudah mulai dilupakan. Ketika Indonesia bisa memimpin KAA, gerakan non-blok, bahkan mendorong kemerdekaan negara lain. Semangat jiwa kepemimpinan ini yang akan kita gelorakan," tambahnya.
(vid/tor)










































