"Jumat mau saya resmikan. Ini kan baru soft opening. Jadi saya mau pastikan bahwa yang dagang ini nama orang bersangkutan. Kalau dia tidak laku tidak buka disita. Jadi ini inkubator," ujar Ahok usai meninjau kantin Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
"Jadi betul-betul keras ini. Kalau satu keluarga, KK ada 2 usir. Selama ini ada yang kuasai 10, sudah kagak bisa masak, kagak laku, nyewain ke orang. Jadi orang yang datang di sini keuntungannya dipotong habis dari si penyewa. Saya nggak mau," lanjutnya.
Dalam peninjauannya itu, Ahok ditemani oleh Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Sekda DKI Saefullah. Ketiganya berharap para pedagang itu bisa berjualan dengan tertib agar 'naik kelas' ke depannya, sehingga bisa membuka peluang usaha yang lebih besar lagi.
"Kami ingin orang yang usaha disini bisa maju bisa punya modal sewa di mal sewa di food court yang lain. Selama ini pedagang kelas ini terkukung dengan supplier. Kalau jual bakso, bakso semua akhirnya saingannya nggak bagus. Kita bikin variasi kita latih," urai dia.
Di program Lenggang Jakarta ini, Ahok pun menerapkan zonasi jajanan yang ditawarkan. Artinya, bila seorang pedagang sudah menjual makanan maka dia tidak boleh lagi menjajakan minuman di tempat yang sama.
"Kalau dia jual makanan, nggak boleh jual minuman. Mesti dibagi-bagi. Kita bikin kayak food court di mal aja. Jadi menyiapkan PKL naik kelas, kalau dia punya modal, dia bisa main di mal sebetulnya. Jadi ini paksa dia naik kelas," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Ahok pun mengatakan dirinya berani memberi suntikan modal hingga mencapai Rp 100 juta untuk usaha yang kelak sukses dijalaninya dengan jaminan tempat usaha. Sebab, menurut mantan Bupati Belitung Timur itu bagi pedagang umumnya tempat usaha menjadi aset terpenting.
"Orang yang waras nggak mau disita tempat usahanya kan saya yang kontrol di tempat dagang. Begitu nggak mau bayar saya sita," terang Ahok.
Lantas bagaimana jika sampai ada pedagang yang usahanya kurang 'laris manis' hingga tidak tutup modal?
"Sambil nagih, orang yang mau jualan di tempat dia kan banyak nih berani bayar utang temanmu nggak, kalau berani lu ambil. Kita lelang. Ini yang membuat perekonomian maju," pungkasnya.
(aws/ndr)










































