Bagi Sri, waktu lima tahun bukan masa yang singkat dalam membentuk keluarga. Suka dan duka mereka lalui bersama. Terlebih ketika si buah hati, Silvi, mewarnai keseharian mereka tujuh bulan terakhir ini di Benjina, Pulau Maekor, Kepulauan Aru, Maluku.
Saking tidak kuat menahan sedih, beberapa rekan Sri berupaya menenangkan. Namun, tidak sedikit dari mereka yang juga terbawa haru dan menangis.
Tangan kiri Sri tampak sesekali mecengkeram lengan Toki yang menggendong Silvi. Sementara tangan kanannya memegangi payung coklat saat berjalan menuju dermaga.
Sesampai di dermaga menuju Ferry yang sudah menunggu mereka, Toki seolah memberi semangat pada Silvi yang kini berpindah pangkuan. Dia kecup tangan mungil Silvi sembari membisikkan sesuatu.
"Beta bilang tunggu beta kembali ke sini," kata Toki saat ditanya apa yang diucapkannya itu.
Toki akan dikembalikan ke negara asalnya Myanmar bersama 202 ABK lainnya yang ada di Benjina. Selain itu ada 38 warga Kamboja yang juga dievakuasi hari ini oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan International Organitation of Migratiom (IOM).
Mereka akan menempuh rute Benjina Dobo selama 2,5 jam dengan Ferry. Di Dobo, akan bergabung 42 ABK Thailand yang sudah lebih dulu dievakuasi karena dinilai rentan yakni manula, anak bawah umur, dan sakit.
Perjalanan selanjutnya, para ABK akan menuju Tual dengan waktu tempuh 12-15 jam. Di tual, dokumen keberangkatan mereka disiapkan sekaligus memeriksa kesehatan.
(ahy/fdn)











































