Merasakan Aura Soekarno di Rumah Pengasingan di Ende

Merasakan Aura Soekarno di Rumah Pengasingan di Ende

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 19 Mei 2015 18:57 WIB
Merasakan Aura Soekarno di Rumah Pengasingan di Ende
Ende - Sebagai poklamator Indonesia, Ir Soekarno memiliki kharisma yang kuat. Meski sudah berpuluh tahun beliau meninggal namun aura presiden pertama Republik Indonesia masih bisa dirasakan.

Tanah bumi Ende, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu tempat pengasingan Soekarno di zaman penjajahan Belanda. Terletak tak begitu jauh dari Lapangan Pancasila, rumah tersebut berada di Jalan Perwira Ende.

Sempat terlantar tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat, pada tahun 2012 Wakil Presiden Boediono melakukan renovasi rumah tersebut, renovasi tersebut tidak mengubah bentuk asli.

"Waktu itu kunjungan Pak Budiono tahun 2009 yang menginginkan pelestarian peninggalan sejarah Rumah pengasingan Bung Karno. Semua itu ada 11 titik peninggalan Soekarno di tanah Ende " ujar pengurus rumah pengasingan Soekarno, Syafrudin Puan Tia kepada detikcom, Selasa (19/5/2015).

Soekarno sendiri diasingkan oleh pemerintah Belanda bersama Inggit Garnasih istrinya, mertuanya Ibu Amsih, dan dua anak angkatnya Ratna dan Kartika.

Di Tanah Ende sendiri Soekarno tidak memiliki rumah, hingga akhirnya rumah milik Abdullah Ambuwaru menjadi rumah pengasingannya.

"Selama di sini Bung Karno dipantau terus pergerakannya oleh Belanda, tiap jam 7 pagi sebelum melakukan kegiatan ia harus melapor ke markas Belanda beliau juga tidak boleh pergi dalam radius 8 KM," paparnya.

Selama empat tahun pemerintah Belanda mengasingkan Soekarno. Meski diasingi, beliau pun tetap melahirkan gagasan yang kini jadi landasan negara.

"Jadi salah satu kebiasaan beliau setelah shalat Ashar beliau langsung berjalan ke pantai untuk merenung dan memikirkan bangsa ini, salah satunya di bawah pohon sukun tak jauh dari sini, beliau mencetuskan pancasila hanya melihat pohon sukun yang memiliki cabang lima," paparnya.

Seiring berjalannya waktu, jejak peninggalan Soekarno masih terasa sangat kental. Bahkan ketika wisatawan domestik yang mengunjungi rumah pengasingan masih dapat merasakan aura kharismatik Soekarno.

"Banyak pengunjung yang bisa merasakan aura kebesaran beliau, tak sedikit juga orang yang bilang kalau Bung Karno masih berada di sini. Aura itu dapat di ruang tamu dan ruang sholat atau semedi beliau," paparnya.

Syarifudin selaku juru kunci rumah pengasingan Soekarno di Ende memiliki pengalaman spritual. Sesekali masih bisa merasakan kehadiran mantan presiden pertama Indonesia.

"Pernah satu ketika sekitar pukul 5 sore hari jumat ketika saya mau bersih-bersih rumah ini saya buka pintu depan langsung mencium bau wangi, Kala itu saya berpikir kalau beliau hendak keluar. Selama ini saya selalu tinggal di sini meski hal itu tidak nyata tapi kita masih bisa merasakan di sini," tandasnya.

(edo/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads