"Pasti dong (tahan banting), jam tentara kok," kata Moeldoko santai di Korem 041/ Garuda Emas, Jl Pembangunan, Bengkulu, Selasa (19/5/2015).
Moeldoko berbicara kepada wartawan usai acara 'Pengarahan Panglima kepada Prajurit, PNS dan Anggota Dharma Pertiiwi Koorcab Bengkulu' di tempat itu. Penyerahan jam tangan secara simbolik sudah dilakukan kepada sejumlah prajurit di Bengkulu dan sebelumnya juga di Lampung.
"(55 ribu unit jam tangan) Untuk seluruh Babinsa, Danramil (Komandan Rayon Militer), pos Angkatan Laut yang paling depan dan pos Angkatan Udara," kata Moeldoko.
Apa merek jam tangan pemberian Moeldoko itu?
"Mereknya 'Moeldoko'," jawabnya.
Memang bila dilihat, jam tangan itu bertuliskan Jenderal TNI Moeldoko. Jam tersebut didominasi warna hitam dengan corak angka tegas warna putih. Sabuk jam tangan ini terbuat dari karet warna hijau gelap. Bila dibalik, tutup belakang bermaterial logam dari jam tangan ini juga bertuliskan 'Markas Besar TNI' dengan lambangnya.
Moeldoko mengaku anggaran jam tangan ini tak menggunakan uang negara, melainkan pemberian dari koleganya. Jam tangan dipilih menjadi cindera mata lantaran prajurit diharapkan bisa lebih menghargai waktu.
"Bagi prajurit saya, disiplin, ketepatan waktu, adalah sebuah bentuk tanggung jawab. Untuk itulah jam sebagai instrumen yang tepat untuk mereka," kata Moeldoko yang juga mengenakan jam di tangan kirinya.
(dnu/tfn)










































