detikcom mencoba menelusuri penjualan pusat DVD bajakan di Glodok, Selasa (19/5/2015). Setelah penggerebekan gudang DVD bajakan oleh polisi gabungan pada Senin kemarin, lapak dan toko DVD bajakan yang biasanya ramai dikunjungi pembeli kini tutup dan sepi. Hanya terlihat sejumlah orang berpakaian bebas dan bertato yang berjaga-jaga di depan toko.
"Bang saya nyari DVD nih, tokonya tutup ya?" tanya detikcom ke penjaga ruko.
"Ini mah gara-gara perintah Jokowi, ditutup gini. Padahal yang korupsi siapa yang kena rugi kita-kita juga," kata si penjaga.
Dia lalu berbisik sambil bertanya mau mencari film apa. Sebab setelah digerebek toko memang ditutup, namun pembeli masih bisa mendapatkan DVD bajakan dengan transaksi secara sembunyi-sembunyi.
"Kalau situasi kayak gini bisalah (beli). Kita main belakang saja lagian gudangnya nggak di sini, di sini mah lapaknya aja
Mau ambil banyak juga bisa, dipaketin kalau mau dibawa ke luar kota. Jadi kalau di sini ketemu janjian mau ambil berapa bayar cash kita paketin kirim langsung," jelas dia.
Selain film Barat bajakan, dia juga menawarkan film porno. Satu keping DVD porno dibandrol dengan harga Rp 25.000 sedangkan DVD film Barat Rp 7 ribu. Jika ambil paket 10 DVD harganya Rp 200 ribu dengan rincian 7 DVD film Barat dan 3 DVD porno.
"Mau ambil berapa banyak, bisa sekalian sama DVD BF-nya kualitas bolehlah mau MP4, DVD, CD bisa terserah Abang," ucapnya.
Setelah tawar menawar akhirnya sepakat membeli satu paket DVD. Penjaga tersebut meminta detikcom menunggu di depan toko, sementara dia mengambil DVD ke gudang di lokasi lain.
Setelah ditunggu selama 30 menit, penjaga tersebut muncul sambil membawa kantong kresek hitam. Dia lalu merangkul bahu reporter detikcom sambil berjalan beriringan, kemudian dia memasukkan plastik berisi DVD ke dalam tas yang dibawa detikcom.
Saat dicek ternyata DVD yang dipesan tidak sesuai. Film baru yang dicari tidak diberikan, di dalam plastik hitam itu hanya berisi film-film lama. detikcom lalu komplain kepada si penjaga.
"Iya Bang, saya nggak tahu film yang dicari Abang. Ya sudah ikut aja kalau gitu ke gudangnya, nanti cari sendiri," kata si penjual.
Akhirnya detikcom diajak ke gudang DVD bajakan dengan mengendarai motor. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di gudang yang lokasinya masih di Glodok Plaza namun agak masuk ke dalam gedung.
Gudang DVD bajakan itu berbentuk toko, pintunya tertutup dan diteralis besi. Toko-toko di sampingnya juga tutup, namun ada toko elektronik di samping kanan ruko yang buka.
Reporter detikcom diminta menunggu di luar toko dan dijaga oleh 3 orang berpakaian biasa. Tak lama si penjaga keluar sambil membawa DVD yang dipesan. Namun dia tidak langsung memberikan DVD yang dibawanya. detikcom diminta ikut dia kembali ke lapak pertama dan menyerahkan DVD-nya di sana. Kali ini DVD film Barat yang berikan sesuai dengan yang dicari. Dia menyebut konsumen harus membeli secara paket yang berisi 10 judul film seharga Rp 200 ribu.
Menurutnya penutupan lapak ini hanya berlangsung sementara. Kemungkinan toko akan dibuka kembali minggu depan.
"Nanti paling seminggu lagi sudah buka, Seninlah. Ini saja ada langganan datang dari Palembang, kita bilang nanti aja besok Seninlah kita buka lagi," ucapnya.
"Polisi sini mah ya cincailah, cuma Abang datengnya nggak pas nie, keburu ditutup kemaren ama isilop (sebutan untuk polisi)," tambah dia.
(slm/nrl)











































