Saat menerima Asosiasi Industri Rekaman Indonesia, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik di Istana Negara, Jokowi mengeluarkan perintah keras dan tegas soal pembajakan. Para artis yang terdiri Anang Hermansyah dan lain-lain mengeluhkan pembajakan yang marak terjadi di Indonesia, bahkan berlangsung di depan mata.
"Gebuk saja yang gede langsung," kata Jokowi.
Beberapa kali polisi memang menggerebek para pembajak karya cipta. Namun bagi Jokowi, langkah hukum itu dianggap hanya basa-basi belaka.
"Bukan hanya di jalanan kan yang jualan, di toko-toko juga banyak sekali. Itu yang fisik, DVD, VCD, CD, yang online gampang sekali, gampang download, ini harus diurus, harus mulai diurus, dan urusnya terus menerus. Ada konsistensi kalau mau kita hilang (pembajakan)," papar Jokowi yang disambut tepuk tangan.
"Artinya memang pemain besar yang harus diselesaikan bukan yang jualan di trotoar, bukan, itu untuk ramai-ramai saja," lanjutnya.
Pertanyaan selanjutnya, siapa pemain gede yang dimaksud Jokowi? Apakah para produsen DVD bajakan? Penjual grosiran yang menyebarkannya? Ataukah ada pemain besar berskala industri yang menjadi distributor tunggal bisnis haram namun seolah 'halal' tersebut?
Menteri Perindustrian Saleh Husin ditanya soal ini mengaku belum tahu siapa pemain besarnya. Masalah itu seharusnya jadi bahan investigasi di kepolisian.
"Nggak, kita nggak sampai ke sana. Kita meminta agar pihak-pihak yang berwajib untuk betul-betul menindak pembajakan yang selama ini terjadi yang merugikan industri musik tanah air, para penyanyi dan pihak yang terkait yang pendapatannya berkurang jauh," jawab Saleh saat dikonfirmasi detikcom.
"Penjualan-penjualan CD-CD bajakan telanjang di depan mata kita, dan itu harus dibasmi. Pemberantasannya itu di kepolisian," sambungnya.
Lalu, bagaimana peran Kemenperin dalam masalah ini? Saleh tak mau berkomentar banyak. Dia hanya meminta polisi fokus pada pemberantasan pembajakan.
"Semestinya adalah membasmi pembajakan. Itu satu-satunya jalan, sehingga dengan sendirinya sehingga sisi industrinya akan meningkat, maka pendapatan buat negara pun akan masuk lebih besar dari pajak. Si artisnya juga pendapatannya meningkat," jawabnya.
Anda punya pengalaman membeli barang bajakan? Siapa pemain besarnya? Bagaimana solusi mengatasi masalah ini? Ceritakan ke redaksi@detik.com dan jangan lupa sertakan kontak Anda.
(trq/mad)











































