Begini Upaya BNP2TKI Memerangi Human Trafficking di NTT

Begini Upaya BNP2TKI Memerangi Human Trafficking di NTT

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 19 Mei 2015 11:02 WIB
Begini Upaya BNP2TKI Memerangi Human Trafficking di NTT
Jakarta - Rendahnya tingkat pendidikan di NTT memicu tingginya angka human trafficking di provinsi tersebut. Untuk menurunkan tingginya angka human trafficking, BNP2TKI pun turun tangan.

Salah satu caranya adalah dengan mengajak kampus turun tangan memerangi human trafficking di NTT. Saat mengunjungi Universitas PGRI NTT, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyampaikan pentingnya peran kaum intelek mencegah human trafficking, salah satunya dengan cara menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"KKN tematik ini pun guna mengatasi calo TKI. Melalui KKN tematik ini, mahasiswa diturunkan ke desa untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait tenaga kerja. Tanpa itu, masalah TKI tidak bisa diatasi. Mahasiswa dilibatkan karena merupakan kaum intelek dan bisa masuk ke kalangan mana saja," kata Nusron dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (19/5/2015). Hal itu dikatakan Nusron saat memberikan kuliah umum kepada sekitar 1.000 mahasiswa Universitas PGRI NTT, di Aula El Tari, Kupang, Senin (18/5) kemarin.

Menurut Nusron, jika ekonomi di NTT tidak berubah, berarti kaum inteleknya tak berperan di masyarakat. Padahal, kaum intelek dibutuhkan untuk berbaur dan menjadi pelopor bagi masyarakat.

Ajakan Nusron kepada kampus agar terlibat dalam upaya memerangi praktik perdagangan orang atau human trafficking karena memang hal itu masih menjadi salah satu permasalahan serius, khususnya di NTT.

Dia lalu menjelaskan, total angkatan kerja (penduduk usia produktif) Indonesia kini mencapai 176 juta orang dari total 248 juta jiwa penduduk Indonesia. Sedangkan angkatan kerja baru setiap tahun mencapai 2,9 juta jiwa. Dari jumlah angkatan kerja itu, 68 persen adalah lulusan SD dan SMP, 6,3 persen diploma, dan hanya 3,8 persen yang sarjana.

Dari 68 persen angkatan kerja tamatan SD dan SMP itu, salah satu yang paling besar adalah di NTT. Artinya, belum banyak kaum intelektual dan terdidik di NTT. Makanya, di NTT sering terjadi kasus human trafficking.

Karena itu, kehadiran mahasiswa penting untuk memberikan edukasi langsung ke masyarakat di desa-desa. Hal itu bisa dilakukan oleh mahasiswa melalui program KKN Tematik.

Nusron menambahkan, risiko dari meningkatnya pengangguran di suatu daerah adalah terjadinya migrasi ke kota. Jika migrasi ke kota sudah tidak memungkinkan, yang terjadi adalah migrasi ke luar negeri dengan menjadi TKI di Luar Negeri.

"Ini yang terjadi di NTT. Banyak tenaga kerja bermasalah di luar negeri salah satu yang terbanyak berasal dari NTT," paparnya.

(Ahmad Toriq/Elvan Dany Sutrisno)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads