4.000 Tenda akan Dibagikan kepada Para Pedagang di Aceh
Rabu, 16 Feb 2005 14:41 WIB
Banda Aceh -
Sejumlah pasar tradisional akan dibangun di sekitar relokasi pengungsi di Banda Aceh dan Aceh Besar, menyusul lumpuhnya dua pasar tradisional yang paling besar di Banda Aceh, pasar Atjeh dan pasar Peunayong. Pengungsi yang dulunya bekerja sebagai pedagang juga akan difasilitasi untuk kembali berdagang. Janji itu diutarakan Triwi Husodo dari Departemen Perdagangan pada wartawan di Pendopo Gubernur NAD, Rabu (16/2/2005). Dijelaskannya, Sekitar 4.000 tenda akan disiapkan bagi para pedagang yang sebelumnya bekerja sebagai pedagang tapi tidak memiliki lagi tempat dan juga kepada para pengungsi yang ingin kembali berdagang. Tenda-tenda ini menurutnya telah diberikan kepada camat setempat, selanjutnya para pedagang dapat mengambil kepada camat setelah didata. "Tapi baru 1.500 tenda yang kita terima. Selebihnya menyusul. Tiap satu orang pedagang akan mendapat satu tenda. Dan kemungkinan pasar-pasar semi permanen ini akan kita jadikan permanen. Tapi tetap saja menyesuaikan dengan cetak biru tentang pembangunan di Aceh," ujarnya. Selain itu, pasar-pasar penyangga yang dulu berada di pinggiran kota Banda Aceh seperti pasar Keutapang, Ulee Kareng, Lambaro akan dibenahi dan ditambah kapasitasnya. Pasalnya, sejumlah pedagang yang dulu berjualan di Pasar Atjeh dan Pasar Peunayong, kini menggelar dagangannya di kawasan tersebut. "Sekitar 250 pasar akan kita bangun untuk seluruh kawasan Aceh, khususnya daerah-daerah yang terkena bencana tsunami," jelasnya lebih lanjut. Ditambahkan Azhar Amin, Kepada Dinas Perindustrian NAD dalam kesempatan yang sama, dalam tempo 2-3 bulan ini pihaknya terus akan mengevaluasi pasar-pasar permanen yang akan dibangun nanti untuk selanjutnya jika memungkinkan dan diperlukan, akan dijadikan pasar permanen bagi warga di sekitarnya. Sayangnya, sampai kini Dinas Perindustrian NAD belum memiliki data berapa banyak pedagang yang kehilangan tempat usahanya. "Sekarang kita sedang mendata bersama Departemen Koperasi, berapa jumlah mereka. Kita tidak menyediakan rupiah langsung untuk modal mereka. Tapi Departemen Koperasi sedang mendaftar lewat jumlah tenda yang akan dibagikan untuk menghitung jumlah modal yang akan diberikan dalam bentuk kredit," paparnya. Dirinya juga menegaskan, impor beras dan gula akan dipermudah untuk masuk ke Aceh demi menstabilkan harga kedua bahan pokok tersebut. Hal itu akan berlangsung dalam 2 sampai 3 bulan ke depan.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































