Rerata Nasional Indeks Integritas UN SMA-SMK 63, DIY 78 dan DKI 71

Rerata Nasional Indeks Integritas UN SMA-SMK 63, DIY 78 dan DKI 71

Rina Atriana - detikNews
Senin, 18 Mei 2015 17:28 WIB
Rerata Nasional Indeks Integritas UN SMA-SMK 63, DIY 78 dan DKI 71
(Foto: Rina Atriana/detikcom)
Jakarta - Provinsi DIY menjadi provinsi yang meraih Indeks Integritas UN (IIUN) SMA-SMK tertinggi di Indonesia, dari 34 provinsi. IIUN Provinsi DIY adalah di atas 78, jauh di atas rerata IIUN se-Indonesia yang adalah 63,28.

"Ini bukan akhir, ini adalah awal terus meningkatkan integritas. Salah satunya dengan berhenti mencontek, karena itu adalah hulu. Pendidikan kita harus bebas dari segala bentuk kecurangan," kata Menteri Anies Baswedan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Contoh daerah-daerah dengan nilai UN tinggi dan integritas tinggi adalah DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. IIUN rata-rata nasional adalah 63,28, sementara di DKI Jakarta rata-rata memiliki nilai IIUN di atas 71. Salah satu indikator dalam menghitung IIUN yaitu dengan melihat pola jawaban siswa saat mengerjakan soal. Selanjutnya akan dihitung dengan teori peluang.

"Mulai sekarang laporan UN akan mengungkap tentang kecurangan selain meneruskan semangat memperbaiki mutu pendidikan secara terus menerus," tutur Anies.

Meski demikian, Anies menilai indeks integritas itu masih memprihatinkan. Para siswa masih perlu didorong untuk berprestasi namun tetap memiliki integritas.

"Ini adalah upaya kita untuk mengembalikan praktek kejujuran dan berintegritas di seluruh aspek kehidupan Bangsa Indonesia," imbuhnya.

Fakta bahwa nilai kejujuran masih memprihatinkan, lanjut Anies, karena sudah lama ada sikap diam dan mendiamkan perilaku kecurangan.

"Jadikan ini sebagai baseline perbaikan ke depan. Karena ini sejalan dengan semangat revolusi mental dalam pendidikan," lanjut mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

Sedangkan untuk UN Comuter Based Test (CBT), nilai kecurangan bisa ditekan mencapai 0 persen. Terkait hal ini, ia berharap tahun depan akan semakin banyak sekolah yang melaksanakan UN CBT.

"Soalnya berbeda-beda kan soalnya. Kecurangan bisa sampai 0 persen," jelas Anies.

Sedangkan menurut Kabalitbang M Furqon, tahun depan Kemendikbud menargetkan 10 persen sekolah sudah melaksanakan UN CBT.

"Meski begitu kita tidak ingin sekolah memaksakan. Kita lihat evaluasi yang sekarang bagaimana," tuturnya.

(Rina Atriana/Nograhany Widhi K)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads