Kepala SMA-SMK yang Indeks Integritas UN-nya Tinggi Diundang ke Jakarta

Kepala SMA-SMK yang Indeks Integritas UN-nya Tinggi Diundang ke Jakarta

Rina Atriana - detikNews
Senin, 18 Mei 2015 16:46 WIB
Kepala SMA-SMK yang Indeks Integritas UN-nya Tinggi Diundang ke Jakarta
(Foto: Mulya Nurbilkis/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini mengirimkan hasil perhitungan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) ke setiap kepala daerah. Nantinya kepala sekolah yang sekolahnya memiliki nilai IIUN tinggi di daerah tersebut, akan dipanggil ke Jakarta.

"Kami akan undang kepala-kepala sekolah ke Jakarta untuk diberi apresiasi," kata Menteri Anies Baswedan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Anies belum merinci berapa kepala sekolah yang akan dipanggil dan apresiasi seperti apa yang akan diberikan. Ia berharap nilai IIUN ini bisa menjadi suatu kebanggaan daerah ke depannya.

"Ke depan, nilai IIUN ini akan menjadi semacam insentif, bangga karena akan dikenal sebagai daerah dengan integritas tinggi," lanjutnya.

Kepala Balitbang Kemendikbud M Furqon menambahkan, untuk daerah dengan integritas rendah akan dicari tahu penyebabnya. Bila perlu didatangi daerahnya dan berdiskusi langsung apa yang menjadi kendala.

"Dia yang datang ke sini (Jakarta) atau kita yang ke sana. Itu nanti dicari tahu dulu," tuturnya.

Menurut Furqon, jika ada daerah yang tidak terima karena diberi nilai integritas rendah, maka bisa langsung melapor ke Kemendikbud. "Kalau itu ya melapor saja ke sini. Tapi kan kita sesuai data," jelasnya.

Sebelumnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menduduki peringkat tertinggi dari 34 provinsi dalam Indeks Integritas UN. Artinya, DIY sebagai wilayah dengan tingkat kecurangan terendah.

"Ada beberapa provinsi yang kecurangannya di bawah 20 persen. Yang paling rendah tingkat kecurangannya yakni DIY selanjutnya Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Gorontalo dan NTT," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jaksel, Jumat (15/5/2015) lalu.

Angka ini didapatkan dari penilaian keseragaman nilai, dan kecurangan antara siswa yang terjadi di sekolah selama UN SMA 2015 berlangsung. Hasilnya, 7 provinsi yang disebutkan Menteri Anies tersebut menjadi teratas dengan persentase nilai indeks integritas di bawah 21 persen.

Di Yogyakarta hanya ada 1 sekolah yang terindikasi melakukan kecurangan. Sedangkan angka indeks integritas Bangka Belitung hanya 4,5 persen yang terindikasi kecurangan dan NTT yang menduduki posisi 7 teratas indeks integritas, indikasi ada kecurangan sebesar 20,4 persen.

(Rina Atriana/Nograhany Widhi K)


Berita Terkait