Muammar Ridwan, namanya. Sejak duduk di bangku kelas 2 Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar, Aceh, Ridwan mulai fokus mempelajari bahasa asing secara otodidak. Setiap hari, Ridwan menghafal 5 sampai 100 kosakata (vocab), bahkan lebih.
"Pertama bisa bahasa Arab itu waktu masih sekolah MTs Nurul Falah di Meulaboh. Cuma satu bahasa waktu itu yang saya kuasai," kata Ridwan saat dihubungi detikcom, dari Banda Aceh, Senin (18/5/2015).
Saat duduk dibangku MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Ridwan sempat frustasi karena mengalami dua kegagalan. Ia kemudian mencoba bangkit dan ingin menguasai bahasa asing. Sejak 2014 silam, Ridwan mulai berburu buku tata bahasa dan kamus-kamus berbagai bahasa di dunia.
Pelan-pelan, bahasa Inggris mulai dikuasainya kemudian dilanjutkan dengan bahasa Jerman. Tidak sampai di situ, Ridwan juga mempelajari berbagai bahasa lain dari berbagai negara di dunia. Untuk cara pengucapan, Ridwan belajar banyak dari internet dan youtube. Selebihnya, ia menghafal kosakata setiap hari.
"Saya menguasai 18 bahasa karena bermodal rajin. Awalnya setiap hari saya menghafal 5 kosakata kemudian saya tambah hingga 100 vocab dalam sehari. Bahkan pernah juga saya paksa sampai 200 kosakata," jelas Ridwan.
Bahasa asing yang dikuasai Ridwan saat ini di antaranya bahasa Arab, Inggris, Jepang, Mandarin, Korea, Jerman, Belanda, Swedia, Denmark, Finlandia, Prancis, Italia, Spanyol, Portugis, Turki, Bulgaria, Thailand dan Rusia.
Kepada detikcom, ia sempat 'pamer' kemampuannya. Ia berbicara dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Belanda. Pengucapannya cukup lancar.
Anak ketiga dari pasangan Hasrul, yang berprofesi sebagai penjual alat-alat bangunan dan Rusmianin ini mengaku masih mempelajari sejumlah bahasa lain seperti bahasa Ibrani dan Rusia. Saat ini, Ridwan sedang melamar kuliah di sebuah universitas di Rusia.
"Dapat beasiswa tapi yang ditanggung uang kuliah, uang lain tanggung sendiri," ungkap remaja yang bercita-cita menjadi diplomat ini.
(try/try)











































