"Bila gagal ikut Pilkada serentak, besar kemungkinan Golkar tinggal sejarah. Apalagi apabila tokoh sentral yang tak terlibat konflik seperti Muladi menyatakan mundur dari Golkar," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Senin (18/5/2015).
Konflik Golkar yang berkepanjangan memang membuat posisi partai beringin yang jaya di era orba kian turun. Kini partai beringin bahkan terancam tak bisa ikut Pilkada, setelah KPU mensyaratkan parpol peserta Pilkada harus diakui secara sah oleh pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Poin terakhir itu yang membuat Golkar ditinggalkan pemilihnya dan akhirnya menjadi kerdil dan bubar," pungkasnya.
Lalu apakah gugatan kubu Aburizal Bakrie atau Agung Laksono yang bakal menang? Menurut salah seorang senior Golkar Hajriyanto Y Thohari, siapa pun yang menang keduanya pasti menyesal karena Golkar semakin turun menuju limbo sejarah. Mampukah Agung dan Ical membangun kembali Golkar dan membuktikan bahwa Golkar tak akan bubar?
(van/try)











































