Para artis penyanyi dan pencipta lagu yang tergabung dalam Asosiasi Industri Rekaman, bertemu dengan Presiden Joko Widodo tadi pagi membahas soal pembajakan. Artis Anang Hermansyah mengaku akan melaporkan kasus pembajakan tersebut ke polisi agar segera ditindak.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti untuk segera memberantas aksi pembajakan, karena selain merugikan artis, juga merugikan negara. Kapolri pun menyanggupi perintah tersebut, namun sejauh ini belum ada aduan ke polisi mengenai aksi pembajakan ini, padahal sesuai UU No 28 Tahun 2014, masalah pembajakan merupakan delik aduan.
"Ini tadi sudah jelas, bahwa kita akan memberikan aduan berkala dari asosiasi maupun seniman," kata Anang Hermansyah usai pertemuan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Presiden sangat berkomitmen tinggi, malahan beliau cukup tegas memberikan arahan kepada Kapolri maupun menteri terkait. Dan ini memang hal yang kita sangat tunggu komitmen ini bisa sampai ke kita langsung. Ternyata itu pun terjadi hari ini dan mudah-mudahan setelah pertemuan hari ini kita lihat perkembangan yang terjadi," kata anggota DPR fraksi PAN ini.
"Karena tadi Bareskrim pun ada dan Bareskrim juga dikasih langsung perintah yang jelas supaya memperhatikan perkembangan pemberantasan pembajakan ini," lanjut Anang.
Anang juga mengatakan, masalah pembajakan ini dirasa sudah cukup 'kronis', sehingga perlu penanganan cepat.
"Kalau ngomong urgent, udah urgent banget. Karena kalau ngomong kerugiannya udah terlalu banyak. Kalau ngomong illegal downloadnya aja perdetik udah 92, coba kalikan satu tahun, itu ada 2,8 miliar lagu. Berapa kerugian negara di situ? Berapa triliun," katanya.
"Ini menyedihkan. Kalau kita bicara ekonomi kreatif, di Indonesia musik itu hanya 0,8 persen untuk menyumbang terhadap PDB kita. Ini kan jadi lucu, 0,8 persen itu kan sekitar 4 triliun dari PDB yang ekonomi kreatif sekitar Rp 642 tiliun kalau gabung pariwisata. Kalau pariwisata sekarang sekitar USD 12 miliar, berarti ada 400 triliun itu punya ekonomi kreatif," tambahnya.
(jor/erd)










































