Angin Kencang Jadi Kendala Proses Evakuasi Eri di Merapi

Pendaki Jatuh di Kawah Merapi

Angin Kencang Jadi Kendala Proses Evakuasi Eri di Merapi

- detikNews
Senin, 18 Mei 2015 12:19 WIB
Angin Kencang Jadi Kendala Proses Evakuasi Eri di Merapi
Yogyakarta - Proses evakuasi terhadap Eri Yunanto yang jatuh di kawah Gunung Merapi terus dilakukan. Angin yang berhembus kencang jadi kendala dalam proses ini.

Humas Kantor SAR Yogyakarta, Daru Supriyono mengatakan, lokasi korban atau survivor memang sudah diketahui. Namun upaya untuk menuju titik jatuhnya survivor memang tak mudah karena medan yang cukup sulit.

Pada Senin (18/5/2015), tim SAR mempersiapkan instalasi untuk menuju titik jatuhnya survivor. Akan tetapi hal ini terkendala oleh angin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada perbedaan antara angin di atas yang memasang instalasi dengan yang di bawah," kata Daru.

Titik jatuhnya survivor sudah diketahui, namun akses untuk menuju ke titik survivor banyak pertimbangan yang harus diperhatikan. Lokasi survivor jatuh diperkirakan berada di kedalaman 80-95 meter.

"Kita persiapan menuju survivor, tapi ada kendala angin. Target kita hari ini menuju survivor. Untuk kondisi survivor kita belum bisa mengetahui sebelum bisa memegang, karena SOP harus seperti itu," kata Daru.

Untuk menuju ke titik survivor tim SAR melakukan koordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Akses untuk menuju titik survivor butuh peralatan penunjang yang lengkap mengingat medan yang sulit karena juga ada gas beracun. Tim SAR Yogyakarta telah mengirimkan 25 personelnya bergabung dengan Tim SAR Semarang dan Basarnas.

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atmajaya Yogyakarta, Eri Yunanto (21) terpeleset di kawah Merapi pada Sabtu (16/5) pukul 11.00 WIB. Eri sempat berpose di puncak tertinggi Merapi sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh ke dalam kawah Merapi. Disebutkan Daru, dalam catatan SAR Yogyakarta, kasus jatuhnya pendaki ke dalam kawah Merapi ini merupakan yang pertama kalinya.

(rul/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads