Awal interupsi ketika salah seorang anggota Fraksi NasDem yang protes karena Agus Hermanto membacakan presensi fraksi dengan nama Nasional Demokrat.
"Pimpinan, tolong didengarkan. Kami bukan Nasional Demokrat, tapi Fraksi NasDem. Tolong diperhatikan," kata anggota Fraksi NasDem di ruang sidang paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selesai sesi lantunan lagu Indonesia Raya, giliran anggota Fraksi PDIP dari NTT Honing Sanny. Ia ingin menyampaikan suara masyarakat di daerah pemilihannya terkait tes keperawanan masuk TNI.
"Ada suara keluhan dari masyarakat di dapil saya, NTT. Banyak anak SMA yang bertanya soal tes keperawanan masuk TNI. Mohon pimpinan mendengarkan aspirasi masyarakat," ujar Honing.
Mendengar Honing bisa melontarkan interupsi, anggota dari fraksi lain meminta bisa diberikan kesempatan. Namun, Agus Hermanto langsung buru-buru memotong agar interupsi dilanjutkan setelah pidato Ketua DPR Setya Novanto.
"Tolong nanti anggota dewan dilanjutkan setelah paripurna. Kami pimpinan soalnya ada rapat konsultasi dengan pimpinan. Apakah setuju semua?," sebut Agus sambil bertanya.
Beberapa anggota dari fraksi lain pun langsung menggerutu.
"Sudah batalin aja rapat konsultasinya, pimpinan," tutur salah seorang anggota fraksi dari sebelah kanan.
Tidak lama berselang, anggota fraksi dari PAN, Teguh Juwarno langsung menginterupsi terkait etnis Rohingya. Ia meminta kepada pimpinan agar DPR bisa mengambil sikap tegas soal pengungsi Rohingya.
"Etnis Rohingya ini diskriminasi sistematis. Mereka ada di ASEAN. Fraksi PAN mendorong DPR agar mengambil inisiatif tegas, meminta pemerintah diplomasi agar masalah Rohingya diselesaikan dalam konteks Asean," sebutnya.
Hal ini memantik anggota fraksi PAN lain, Dessy Ratnasari untuk interupsi. Begitupun anggota dari fraksi lain yang juga ingin terpancing untuk melakukan interupsi.
"Sebentar, sebentar, kami ingin agar Ketua DPR melakukan pidato sebentar. Tolong dengarkan," kata Agus Hermanto.
"Apakah semua setuju," tanya Agus.
"Setuju," ujar sebagian anggota DPR.
(hat/trq)











































