"Masih terus ditelusuri, temuan baru ya jaringan-jaringan mucikarinya, kita fokuskan ke mucikari-mucikarinya, mudah-mudahan kita bisa kembangkan, kita ke depannya ingin sampai ke gratifikasi seks, untuk meloloskan proyek," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Senin (19/5/2015).
"Maunya kita begitu, siapa tahu dari sini (kasus RA) bisa membuka ke arah gratifikasi, seks," sambung Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dugaan ke arah sana (gratifikasi seks). Nanti pasalnya pasal korupsi," ujar Anton.
Polres Jakarta Selatan (Jaksel) patut diacungi jempol. Selama ini yang namanya kasus prostitusi kelas atas hanya sekedar rumors belaka. Namun tim Reserse Polres Jaksel membuka mata setelah menangkap tangan artis AA dan mucikarinya Robbie Abbas.
Kasus itu bergulir, Robbie ditetapkan menjadi tersangka setelah ditangkap pada Jumat (8/5) malam. Artis AA dilepas dan berstatus saksi.
Kasus itu prostitusi kelas atas itu menjadi sorotan dan perhatian masyarakat. Apalagi Kapolres Jaksel Kombes Wahyu Hadiningrat dalam jumpa pers pada Sabtu (9/5) menyampaikan kalau tarif kencan untuk short time para artis mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta rupiah.
Tak hanya itu saja, Robbie disebut memiliki ‘anak asuh’ hingga mencapai 200 perempuan, yang bila melakukan transaksi di hotel-hotel atau bisa juga dibawa ke luar negeri.
Robbie dalam pengakuannya ke wartawan pun mengaku bila dia sudah menyerahkan daftar ‘anak asuhnya’ ke penyidik. Entah benar atau tidak pengakuan Robbie ini.
(idh/fjp)











































