Seleksi Pimpinan KY Ala Lowongan Pekerjaan, Jimly Belum Tertarik

Seleksi Pimpinan KY Ala Lowongan Pekerjaan, Jimly Belum Tertarik

- detikNews
Senin, 18 Mei 2015 09:08 WIB
Seleksi Pimpinan KY Ala Lowongan Pekerjaan, Jimly Belum Tertarik
Jimly Asshiddiqie (ari/detikcom)
Jakarta - Seleksi pimpinan Komisi Yudisial (KY) akan ditutup pada Kamis (21/5) nanti. Komisi yang dibentuk oleh UUD 1945 ini bertugas mengawasi dan menjaga martabat hakim di seluruh Indonesia.

Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie mengaku tidak tertarik jadi pimpinan KY karena alasan sistem rekrutmen komisioner KY saat ini.

"Janganlah, yang lain saja," kata Jimly saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), sistem rekrutmen pansel KY saat ini memiliki kelemahan. Orang-orang diminta mendaftar ke pansel layaknya orang mencari pekerjaan. Padahal, pimpinan KY merupakan orang yang mempunyai posisi paling agung dalam Republik Indonesia karena bertugas menjaga etik para hakim dari tingkat pertama hingga hakim agung. Dengan model seleksi pembukaan pendaftaran model sekarang ini, maka sistem rekrutmen pansel men-downgrade jabatan komisioner.

"Sekarang semua dipasarbebaskan. Semua dilelang. Dari RT, lurah, dirjen. Kita ini kan negara besar," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Sementara itu, anggota pansel Asep Rahmat Fajar menyatakan pihaknya optimis jika dalam 4 hari yang tersisa akan akan banyak peminat. Saat ini sudah ada 15 orang mendaftar seleksi tersebut.

"Sebagai salah satu lembaga negara yang merupakan buah langsung dari reformasi, KY dengan wewenang yang dimilikinya mempunyai peran besar dalam ikut serta membenahi dunia hukum Indonesia. Oleh karena itu dalam proses seleksi nanti harapannya akan diperoleh figur-figur yang berintegritas, baik yang berasal dari unsur mantan hakim, akademisi hukum, praktisi hukum dan masyarakat," ujar Asep.

(asp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads