Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie mengaku tidak tertarik jadi pimpinan KY karena alasan sistem rekrutmen komisioner KY saat ini.
"Janganlah, yang lain saja," kata Jimly saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang semua dipasarbebaskan. Semua dilelang. Dari RT, lurah, dirjen. Kita ini kan negara besar," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.
Sementara itu, anggota pansel Asep Rahmat Fajar menyatakan pihaknya optimis jika dalam 4 hari yang tersisa akan akan banyak peminat. Saat ini sudah ada 15 orang mendaftar seleksi tersebut.
"Sebagai salah satu lembaga negara yang merupakan buah langsung dari reformasi, KY dengan wewenang yang dimilikinya mempunyai peran besar dalam ikut serta membenahi dunia hukum Indonesia. Oleh karena itu dalam proses seleksi nanti harapannya akan diperoleh figur-figur yang berintegritas, baik yang berasal dari unsur mantan hakim, akademisi hukum, praktisi hukum dan masyarakat," ujar Asep.
(asp/fjp)











































