Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 06.35 WIB, Senin (18/5/2015). Mengenakan kemeja putih, Ahok didampingi Kadisdik DKI Arie Budhiman dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede langsung menuju lapangan untuk memberi pengarahan kepada siswa-siswi kelas 6 SD yang akan ujian.
"Saya berharap bukan hanya lulus semua, tapi punya mimpi jadi presiden juga. Jadi gubernur mah kecil sudah. Jadi presiden yang penting itu orangnya harus jujur karena rekam jejak kita tercatat. Hidup orang ke depan kita nggak bisa nutup-nutupi pencitraan karena semua dicatat dan disimpan," ujar Ahok saat memberi sambutan di SDN 01 Menteng Jakarta, Jl Besuki, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus rajin belajar tapi bukan halalkan segala cara. Teman juga penting. Tapi kalau teman nakal, hati-hati. Ibu saya dulu sering seleksi teman-teman saya yang main ke rumah. Yang rajin tapi nggak pintar-pintar banget nggak apa-apa," lanjutnya.
"Maksud bapak cerita ini, bapak ingin kalian lihat tetangga, anak pembantu yang ijazahnya susah sekolah susah itu dibantu. Lapor ke pemerintah biar dibantu. Nasihat bapak saya, banyak orang pintar di kampung kita cuma mereka nggak punya kesempatan sekolah kayak kamu. Nah, ini kesempatan ini yang mau kita perjuangkan di Jakarta," kata Ahok.
Dia juga menitipkan pesan agar anak-anak zaman sekarang juga mau belajar menerima nasihat.
(aws/ndr)










































