Sebelum mulai bercerita, hadirin diperlihatkan video clip lagu ciptaannya yang berjudul 'Kuyakin Sampai di Sana'. Pria kelahiran 9 September 1949 lalu itu lantas mengawali ceritanya dari tanah kelahirannya, Pacitan, Jawa Timur.
"Jangan contoh dan ikuti prinsip dan jejak pejalanan hidup saya. Jika tidak cocok dengan hati dan pikiran Anda," kata SBY, di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY kecil beberapa kali melihat pasukan TNI berlatih di daerah dekat tempat tinggalnya. Ia pun lambat laun termotivasi untuk meniti karir di dunia militer.
"Saya ingin menjadi jenderal, bintang satu juga sudah jenderal. Ya itu lah mimpi saya dulu. Sebagai anak desa, saya harus punya keberanian, punya keteguhan untuk mewujudkan mimpi itu," ujar SBY.
Menurutnya, dalam mencapai mimpi memerlukan kerja keras. Selepas usia 20 tahun, ia mulai menekuni dunia militer. Ia berkarir di militer hingga usia 50 tahun.
"Lima tahun menjadi menteri, usia 55 jadi presiden dan memimpin selama 10 tahun," ungkapnya.
"Tidak ada jalan yang lunak untuk mewujudkan cita-cita yang besar. Perjalana karir saya di militer juga tidak mudah, banyak tantangan. Keberanian saya kemudian mengubah nasib saya," pungkasnya.
(rna/vid)











































