Listrik Akan Diputus, Desa Ciseeng Korban SUTET Tegang
Rabu, 16 Feb 2005 12:08 WIB
Jakarta - Desa Ciseeng-Malang Nengah, Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/2/2005) tegang. Warga yang menjadi korban Saluran Udara Tegangan Ektra Tinggi (SUTET) itu seperti bersiap-siap untuk "berperang". Gara-garanya Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memutus listrik di desa itu. Koordinator Ikatan Keluarga Korban SUTET (IKKS) Syarifuddin menyatakan, saat ini di rumahnya telah berkumpul puluhan warga Ciseeng. Selain dari Ciseeng, koordinator korban SUTET dari desa lainnya juga mulai berdatangan ke rumahnya."Ya kita siap-siap saja. Para pemuda berjaga-jaga di pinggir jalan. Kalau di rumah saya sudah ada 25 an warga kumpul. Lainnya ya di rumah masing-masing. Begitu PLN datang kita akan langsung menghadang," kata Syarifuddin atau biasa dipanggil Apud dalam perbincangan dengan detikcom pertelepon, Rabu (15/2/2005).Apud menuturkan, warga telah menerima surat dari Manajer PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Sawangan tertanggal 11 Februari 2005 yang isinya memberitahukan akan dilakukanya pemutusan aliran listrik. Surat itu juga menyebutkan kesepakatan Manajer UPC Sawangan dengan warga Korban SUTET batal karena dilakukan di bawah tekanan. Kesepakatan warga dengan PLN UPJ Sawangan dibuat pada 29 Desember 2004 setelah dilakukan pertemuan antara korban SUTET dengan PLN Sawangan. Surat ditandatangani Manajer UPJ Sawangan Harnadi dan korban SUTET yang antara lain diwakili M Syarifuddin. Surat antara lain menyatakan, PLN wilayah Sawangan tidak akan melakukan penagihan dan pemutusan di wilayah korban SUTET sebelum ada proses penyelesaian kasus SUTET. "PLN jelas melakukan pembatalan secara sepihak. Padahal kesepakatan sebelumnya itu ditandatangani di atas materai dan disaksikan Pak Lurah. Kita tentu tak terima," kata Apud.Menurut Apud, untuk pemutusan listrik itu, Selasa (14/2/2005) kemarin sejumlah polisi telah mendatangi kantor Kepala Desa Ciseeng. Namun hingga pukul 11.30 WIB, siang ini polisi dan tentara belum terlihat berdatangan ke desa tersebut."Dalam surat pemberitahuan pemutusan ditembuskan kepada Koramil, polisi dan satpol PP. Tapi sekarang mereka belum terlihat," kata Apud.n
(iy/)











































