Salah satunya korban pungli adalah Helmi (35), warga Cipinang, Jakarta Timur. Karyawan swasta ini setiap weekend sering membeli ikan segar untuk dikonsumsi di lokasi bersama keluarganya.
"โKalau untuk ikan-ikannya sih harganya standar, tetapi ongkos masaknya yang enggak masuk diakal, masa masak kepiting saja bisa sampai Rp400 ribu? Restoran mahal aja nggak sampai segitu," ujar Helmi kepada detikcom, Minggu (17/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Parkirnya saja sampai Rp10 ribu, mahal banget. Saya pernah bawa motor, disuruh bayar parkir Rp 5 ribu, saya kasih Rp 10 ribu, eh Rp 5 ribunya gak dibalikin, alasannya gak ada kembaliannya," tuturnya.
Bukan hanya warga yang menikmati kuliner, namun para supir yang mensuplai barang ke Muara Angke pun jadi sasaran empuk para preman. Misalnya saja, Adang, penjual es balok yang kerap memasok es ke pedagang ikan di TPI Muara Angke.
"Tarif parkirnya Rp 10 ribu, belum ntar ada yang minta duit lagi alasannya buat keamanan lah, buat apa lah," ungkap Adang.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan menindak tegas jika terjadi pungli di Muara Angke.
"Kalau memang terbukti ada pungli, tentu akan kita tindaklanjuti. Informasi ini sebagai bahan awal kami untuk melakukan penyelidikann di lokasi," ujar Hengki.
(mei/bar)











































