Entah apa yang ada di dalam pikiran Sadriansyah alias Upik (42). Selain memperkosa putrinya Mawar (bukan nama sebenarnya) berusia 15 tahun berulang-ulang selama setahun, ia juga membunuh 4 anaknya yang masih kecil-kecil. Pembunuhan itu dilakukan secara keji. Seperti apa?
Pernyataan itu diungkapkan Kapolsek Sungai Kujang Kompol Siswantoro saat berbincang dengan detikcom, Minggu (15/5/2015). Sadriansyah membunuh keempat anaknya itu dari kurun waktu 1997 hingga 2008.
"Keempatnya dibunuh pelaku secara keji," kata Siswantoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Santi merupakan anak pertama, Saparudin anak kedua, Marhat anak keempat, dan Syahrul (anak kelima). "Korban yang diperkosa itu anak ketiga pelaku," jelas Siswantoro. Menurutnya, ada satu lagi anak bungsu laki-laki pelaku yang masih bertahan hidup meski mengalami gangguan mental akibat kerap disiksa.
Siswantoro mengatakan, Santi dibunuh pelaku dengan cara dibekap dengan bantal, Saparudin dicekik hingga mati, dan Marhat dibekap hidungnya hingga mengembuskan nafas terakhir.
"Sedangkan yang 2008 ditenggelamkan di drum berisi air dan mulutnya dimasukkan minyak jelantah sampai mati," jelas Siswantoro.
Menurut Siswantoro, masyarakat tak ada yang menaruh curiga dengan kematian 4 anak Adriansyah yang dimakamkan di beberapa tempat pemakaman umum (TPU). Istri pelaku RU (35) juga bungkam karena kerap disiksa dan diancam dibunuh.
"Istri dan anaknya yang diperkosa itu bungkam, nggak berani cerita ke siapa-siapa karena diancam dibunuh. Aktivitas mereka seperti biasa. Tetangga nggak curiga. Pelaku juga kurang bergaul," imbuhnya.
(bar/dnu)











































