Diaspora Indonesia di Meksiko Perlu Waspadai Ini

Diaspora Indonesia di Meksiko Perlu Waspadai Ini

- detikNews
Minggu, 17 Mei 2015 01:48 WIB
Mexico City -

Diaspora Indonesia di Meksiko perlu waspada agar aman dan selamat dari kejahatan kartel narkoba, penculikan, kerusuhan dan kriminalitas jalanan.

Hal itu disampaikan dosen dan Direktur Pusat Studi Sosiologi Colegio de Mexico Dr. Arturo Alvarado Mendoza dalam diskusi "Criminality and Insecurity in Mexico City" di Mexico City baru-baru ini.

"Sebaiknya hanya mengunjungi tempat-tempat yang jelas mendapatkan penjagaan dari personel keamanan," ujar Mendoza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mendoza, tempat-tempat seperti destinasi wisata, pusat perbelanjaan, pusat bisnis dan fasilitas umum pemerintah daerah seperti stasiun metro biasanya sudah dijaga dengan baik.

"Disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar Distrik Federal di malam hari. Juga tidak disarankan untuk sendirian di jalan pada malam hari," imbuh Mendoza.

Bila diaspora ingin melakukan kunjungan ke wilayah di luar Distrik Federal, hendaknya terlebih dahulu melihat travel advise yang dikeluarkan negara lain seperti AS dan Kanada.

"Juga tak kalah penting untuk selalu menyampaikan informasi keberadaan kita saat melakukan kegiatan, baik di dalam maupun di luar Distrik Federal," tandas Mendoza.

Kejahatan Terorganisir

Berdasarkan data UNODC 2013, tingkat pembunuhan di Meksiko mencapai angka 21,5 per 100.000 jiwa dibandingkan tiga negara Amerika Tengah lainnya yang rata-rata cukup tinggi: Honduras 90,4, Belize 44,7 dan El Salvador 41,7.

"Kondisi ini terutama disebabkan oleh kejahatan terorganisir di Meksiko," cetus Mendoza.

Menurut Mendoza, aktifitas kejahatan terorganisasi yang cukup signifikan terutama di negara bagian Michoacan, Guerrero, Tamaulipas, dan saat ini muncul cukup serius di Jalisco.

Di Mexico City tingkat kejahatan tertinggi ada di daerah administratif Ecatepec Morelos, Nezahuacoyotl, dan Itzapalapa, yang berbatasan langsung dengan metropolitan terpadat negara bagian Estado de Mexico.

Jenis kejahatan terbesar adalah serangan di jalan (62%), disusul pencurian mobil (20%), pencurian 18%, dan sisanya pencurian di wilayah komersial dan lain-lain.

Langkah Pemerintah

Pemerintah federal telah membentuk Divisi Gendarmería dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan di seluruh Meksiko, terutama untuk melindungi kepentingan ekonomi.

Obyek-obyek yang dilindungi antara lain kawasan industri strategis, pariwisata, bandara, terminal bus, kawasan produksi pertanian dan peternakan, serta daerah perbatasan.

"Prioritas utama Gendarmería adalah untuk menggantikan peran militer dalam memerangi kartel narkotika, yang merupakan ancaman terbesar bagi perekonomian dan keamanan Meksiko," terang Mendoza.

Sedangkan di tingkat distrik telah diresmikan pengoperasian 246 ribu mobil patroli, sistem kamera dan alarm darurat langsung ke Policia Cuadrantes (Polsek) terdekat, termasuk di lokasi KBRI, Wisma Duta dan staf KBRI tinggal. Jika tombol alarm ditekan, maka polisi akan tiba dalam waktu 10 menit.

Diaspora

Acara diskusi dengan Dr. Mendoza ini menurut keterangan Sekretaris II menurut Sekretaris II Febby Fahrani diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network Chapter Mexico (IDN Mexico) bekerjasama dengan KBRI Mexico City (10/5/2015).

Di sela diskusi, Dubes atas nama IDN Mexico menyampaikan penghargaan kepada diaspora Indonesia berkewarganegaraan Meksiko, Maria Teresa Uribe Jaramillo, atas kecintaannya pada Indonesia dan keinginan kuat untuk mempelajari bahasa Indonesia.

"Tetap gigih dan semangat untuk terus mendalami Indonesia dan memberikan kontribusi konstruktif bagi Indonesia," pesan Dubes.

Acara untuk memperingati Hari Ibu itu diakhiri dengan pemberian kejutan oleh anak-anak kepada ibu masing-masing berupa kartu ucapan hasil karya mereka dan sekuntum mawar merah sebagai tanda cinta pada ibu.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads