PDIP: Kami Sudah Siapkan Strategi Hadapi Pilkada Serentak

PDIP: Kami Sudah Siapkan Strategi Hadapi Pilkada Serentak

- detikNews
Sabtu, 16 Mei 2015 17:21 WIB
PDIP: Kami Sudah Siapkan Strategi Hadapi Pilkada Serentak
Solo - PDI Perjuangan sebagai ‎partai pemenang Pem‎ilu mengaku telah mempelajari situasi dan menyiapkan strategi-strategi khusus untuk menghadapi Pilkada serentak tahun ini. Kekuatan masing-masing daerah dan calon akan lebih dimaksimalkan dan akan lebih diperhatikan lagi adalah daerah yang mengajukan calon kepala daerah baru yang bukan incumbent.

"Tentunya (Pilkada serentak) akan lebih berat menjalaninya ‎dibanding sebelumnya yang sendiri-sendiri. Dulu bisa saling membantu, perhatian DPP dan DPD juga bisa lebih fokus ke satu daerah yang sedang Pilkada, tapi dengan serentak maka masing-masing daerah harus memaksimalkan kekuatannya," ujar politisi PDI Perjuangan, Aria Bima, kepada wartawan di sela-sela acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (16/5/2915).

Namun demikian, kata Bima, PDIP telah menyiapkan berbagai strategi ‎untuk menghadapi Pilkada serentak. Salah satunya adalah lebih memberi kesempatan kepada incumbent mencalonkan diri kembali dengan catatan selama menjabat mampu menunjukkan kinerja yang baik sebagai produk kekuasaan yang telah dipercayakan kepadanya selama lima tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk daerah yang kepala daerahnya yang sudah tidak bisa maju kembali maka akan dicarikan kader terbaik. Namun diakui ada perhatian khusus bagi daerah‎ yang calonnya merupakan calon baru karena dimungkinkan masih ada faksi-faksi ekses dari proses penjaringan dan penyaringan yang membutuhkan waktu untuk menjadi mesin yang solid sebagai tim pemenangan partai.

"Di Jawa Tengah ini saja, dari 35 daerah kabupaten dan kota akan terdapat 21 daerah‎ ikut Pilkada serentak. Ada yang diikuti incumbent yang merupakan kader kami, ada juga yang harus diikuti calon baru karena kepala daerah sebelumnya tidak bersedia lagi mencalonkan atau karena sudah dua kali menjabat. Semua sudah kami petakan dan sudah kami buatkan persiapan maupun strategi sendiri-sendiri," lanjutnya.

Selain memaksimalkaan kekuatan kader dan struktural partai di daerah masing-masing, menurut Bima, kemampuan dan popularitas calon juga akan dimaksimalkan. Calon boleh melakukan komunikasi dengan jejaring di luar partai untuk memaksimalkan dukungan.

"Proses penjaringan tetap lewat jalur struktural. Pada proses penyaringan, selain akan ditentukan oleh pimpinan pusat partai dan juga akan mempertimbangkan popularitas, tingkat penerimaan publik serta kemampuan pribadi si calon," pungkas Bima.

(mbr/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads