Panjat Pinang Diusulkan Dihapus, Ridwan Kamil: Yang Penting Orang Happy

Panjat Pinang Diusulkan Dihapus, Ridwan Kamil: Yang Penting Orang Happy

- detikNews
Sabtu, 16 Mei 2015 17:01 WIB
Panjat Pinang Diusulkan Dihapus, Ridwan Kamil: Yang Penting Orang Happy
Jakarta -

Sejarawan Asep Kambali mengusulkan agar panjat pinang tidak lagi diperlombakan dalam perayaan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus karena dinilai sebagai warisan pembodohan zaman penjajahan Belanda. Berbeda dengan Asep, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai panjat pinang sebagai hiburan rakyat.

"Setiap zaman ada generasinya. Saya enggak terlalu urgent untuk dikomentari yang penting mah orang happy," ucap Ridwan usai menghadiri acara HUT ke-15 ESQ di Menara 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2015).

Menurutnya, makna panjat pinang zaman penjajahan Belanda tidak bisa disamakan dengan panjat pinang saat ini. Budaya panjat pinang saat ini adalah untuk memberikan kebahagian bagi warga dalam merayakan kemerdekaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peradaban hari ini adalah peradaban akulturasi dari budaya-budaya yang lain. Jadi biasa saja," katanya.

Sebelumnya Asep mengatakan perlombaan panjat pinang justru menjauhkan bangsa Indonesia dari nilai-nilai nasionalisme."Apa arti merayakan kemerdekaan dengan panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, yang justru tak membangkitkan semangat nasionalisme," terang Asep, Jumat (15/5).

Asep menuturkan, sekitar tahun 1920 hingga 1930 di Batavia orang Belanda menjadikan panjat pinang sebagai hiburan dan tontonan, dengan pribumi yang menjadi tukang panjat pinang. Kemudian, lomba balap karung dengan karung goni yang menurutnya melambangkan tanam paksa juga tak layak dijadikan lomba saat 17-an.

"Ini hiburan yang semu, jauh dari kesan mendidik dan tidak membangkitkan nasionalisme dan patriotisme," urainya.

Semestinya, diadakan aneka lomba seperti baca teks proklamasi, lomba menyanyi lagu kebangsaan, lomba mirip pahlawan dan banyak yang lainnya. "Dalam konteks melihat masa lalu, panjat pinang dan balap karung itu pembodohan," kata dia.

(slm/kha)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads