"Kalau reshuffle itu hak prerogatif Presiden, kita tidak ikut campur sehingga yang kita bicarakan bukan reshufflenya tapi peningkatan kualitas pemerintahan," kata Hasyim saat ditanya apakah akan ada reshuffle menteri dalam waktu dekat.
Hal tersebut dikatakan Hasyim usai menghadiri acara HUT ke-15 ESQ di Menara 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2015).
Menurutnya, Wantimpres tidak memberikan pertimbangan personal terhadap orang-orang di pemerintahan. Tugas Wantimpres adalah memberikan pertimbangan strategis.
"Kita tidak bicara personal, kita bicara strategis saja artinya bagaimana ada perbaikan-perbaikan ke depan," katanya.
Hasyim mangaku hingga saat ini belum ada undangan dari Presiden terkait pembahasan reshuffle menteri. " Belum," ucap Hasyim singkat.
Isu reshuffle kabinet kerja memang santer terdengar. Sejumlah menteri yang dianggap tak berprestasi diminta diganti. Partai pengusung Presiden Jokowi, PDIP terus menekan agar segera dilakukan reshuffle.
(slm/kha)











































