"Ada 40-50 jaringan di tahun ini, itu gabungan. Kan nggak ada jaringan internasional tanpa kerjasama dengan nasional," ujar Kepala BNN Komjen Anang Iskandar dalam diskusi bertajuk 'Indonesia Darurat Narkoba' yang digelar Radio Sindo Trijaya di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2015).
Tak hanya membongkar jaringan, BNN juga merampas harta para pengedar narkoba itu. Pada tahun 2014, harta yang dirampas dari tangan para bandar itu senilai ratusan miliar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Anang, untuk dapat merampas harta-harta tersebut tidaklah mudah. Sebab para bandar itu sangat mahir menyimpan harta mereka seperti layaknya koruptor.
"Duitnya itu akeh (banyak). Ngumpetinnya pinter. Tapi penyidik BNN juga pinter, kita pakai intelijen," ujarnya.
(kff/gah)










































