Mereka adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Jamal, Wantimpres Hasyim Muzadi, Komisaris Utama Pertamina Soegiharto.
Acara dilaksanakan di Granada Ballroom, Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2015). Ketua Forum Komunikasi ESQ Ary Ginanjar mengatakan para tokoh yang hadir itu merupakan alumni ESQ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama Ridwan Kamil bercerita bagaimana membangun Kota Bandung menjadi lebih baik. Sementara Menko Tedjo menyampaikan kisah perjuangan saat bertugas. Ilmu yang di dapat di ESQ membuatnya menjadi orang yang bisa tenang dalam menghadapi situasi dan berpasrah diri pada Tuhan.
“Pasrah dan keteladanan. Ini yang mau saya sampaikan,” kata Tedjo.
Sementara Bupati Banyuwangi Azwar Anas bercerita bagaimana membangun Banyuwangi dari tadinya dikenal sebagai daerah santet menjadi daerah berteknologi.
“Banyuwangi dulu dikenal kabupaten santet, kalau mau cari sugihan dateng ke Banyuwangi. Digitalisasi mengubah Banyuwangi,” ucap Azwar.
Selain itu, Azwar juga mengatakan sudah 4 tahun diakukan kebijakan PNS di Banyuwangi tidak boleh makan buah import. Jika menjenguk pasien harus membawa buah lokal. Ini dilakukan untuk meningkatkan produksi petani lokal.
“Ada juga program sedekah oksigen. Semua orang cerai harus bawa pohon,” kata Azwar yang disambut tawa para hadirin.
Hingga kini diskusi masih berlangsung. Sebagian pembicara masih menyampaikan paparannya.
Deklarasi Moh Limo ini menjawab masalah yang terjadi sekarang. Deklarasi tidak akan berhenti sampai di sini, tetapi akan dilanjutkan ke kampus dan sekolah-sekolah. Tergetnya dalam lima tahun ke depan Moh Limo ini bisa menjadi keyakinan dan value untuk revolusi mental dan perbaikan generasi ke depan.
Moh Limo dalah falsafah yang diajarkan oleh Sunan Ampel beberapa abad lalu, yaitu tidak mau melakukan 5 hal tercela. Deklarasi Nasional “Moh Limo” yaitu:
1. Moh Madat atau tidak mau menghisap candu, ganja, narkoba, dan lain-lain.
2. Moh Ngopmbe atau tidak mau minum-minuman keras/ mabuk-mabukan.
3. Moh Maling atau tidak mau korupsi serta mencuri.
4. Moh Main atau tidak berjudi.
5. Moh Madon atau tidak mau terlibat pergaulan bebas/berzina
(slm/gah)











































