PBB Perkirakan Serangan Teror Al Qaeda akan Meningkat
Rabu, 16 Feb 2005 11:37 WIB
Jakarta - Serangan-serangan teroris oleh jaringan al Qaeda diperkirakan akan meningkat. Ini dikarenakan para pengikut Osama bin Laden itu masih punya akses mudah ke bahan-bahan pembuat bom.Demikian dinyatakan dalam laporan sebuah tim PBB yang menyelidiki keefektifan sanksi-sanksi terhadap al Qaeda dan Taliban. Laporan tersebut disampaikan kepada komite Dewan Keamanan PBB yang mengawasi sanksi terhadap kelompok tersebut."Al Qaeda tetap mampu melancarkan "serangan-serangan perusak" dan sanksi-sanksi hanya memberikan efek yang terbatas pada kelompok tersebut, yang masih berupaya mendapatkan senjata kimia, biologi, radiologi dan nuklir," demikian laporan PBB."Hanya masalah waktu sebelum sebuah serangan berhasil terjadi," imbuh laporan PBB seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Rabu (16/2/2005).Sanksi-sanksi yang dijatuhkan PBB mengharuskan seluruh anggota badan dunia itu untuk menerapkan larangan bepergian dan embargo senjata terhadap mereka yang masuk dalam daftar yang dinyatakan terkait dengan al Qaeda dan Taliban, serta membekukan aset-aset finansial mereka. Daftar tersebut mencakup lebih dari 430 individu dan kelompok. Anggota PBB keseluruhan berjumlah 191 negara."Ketakutan terbesar yang kita punya adalah para teroris mendapatkan alat-alat untuk melakukan serangan massal," ujar Richard Barrett, koordinator tim.
(ita/)











































