Stres dan trauma berkepanjangan dialami oleh DI (4 tahun), A (5 tahun), CK (10 tahun) dan LA (10 tahun) dan D (8) yang diduga ditelantarkan pasutri Utomo Perbowo dan Nurindria Sari (Iin) di Cibubur. D bahkan ketakutan saat nama sang ayah disebut.
"Untuk D sendiri akan menjerit ketika disebut nama ayahnya, sementara putrinya yang paling bungsu selalu merengek ingin dekat dengan ibunya," kata psikolog Prof Sarlito W Sarwono usai bertemu kelima anak tersebut di safe house yang terletak di Jakarta Timur, Jumat (15/5/2015).
D menjadi satu-satunya anak yang mampu berkomunikasi dan menceritakan perlakuan yang ia terima. Kepada Sarlito, D mengaku mendapat kekerasan fisik dari sang ayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat orang anak lainnya yang berjenis kelamin perempuan masih belum dapat membuka dirinya. Mereka sulit bersosialisasi karena diduga terlalu lama terisolir di dalam rumah.
Tim psikolog masih belum bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi anak-anak ini. Sarlito menduga butuh waktu yang cukup lama.
"Kemungkinan membutuhkan waktu yang lama kalau melihat trauma yang dialaminya," ujarnya.
(edo/imk)











































