"Barang bukti masih minim, kesaksiannya juga nggak ada. Hambatannya alat bukti dan saksi," ungkap Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Jumat (15/5/2015).
Meski begitu, menurut Subarkah, pihaknya masih terus berupaya untuk menyelesaikan teka-teki kematian putra Kolonel (Sus) Mardoto tersebut. Subarkah juga belum bisa memberikan perkembangan mengenai analisa tangan terkait surat wasiat kematian Akseyna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota terus menyelidik, semua kita kroscek. Masih kita periksa semua. (Saksi) kita masih gali terus, saksi 3, 4 atau 2 kali pun masih kita periksa. (Deborah) Belum (dipanggil). Ada beberapa pembanding," kata Subarkah.
Mengenai kemungkinan Akseyna dibunuh, Subarkah menyatakan belum ada indikasi ke arah sana. Berbeda dengan pernyataan ia sebelumnya.
"Belum (ada indikasi dibunuh), nanti kalau sudah ada baru kita kasih tau. Nggak ada (saya bilang) dibunuh. Saya nggak ngomong, apakah dibunuh, terbunuh atau dibunuh," tukasnya.
Beberapa waktu lalu, Subarkah sempat memberi keterangan pihaknya menemukan titik terang ke arah pembunuhan dalam kasus Akseyna. "Titik terangnya ke pembunuhan ada, tapi kita masih belum berani menyimpulkan itu karena masih belum ada bukti-bukti kuat. (Tewasnya Akseyna) kasus yang cukup sulit, bukti permulaan di lokasi kurang" terang Subarkah di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/5).
(ear/imk)











































