Kepada Psikolog, D Mengaku Pernah Diborgol Sang Ayah

Anak Ditelantarkan Orang Tua

Kepada Psikolog, D Mengaku Pernah Diborgol Sang Ayah

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 15 Mei 2015 21:25 WIB
Kepada Psikolog, D Mengaku Pernah Diborgol Sang Ayah
Jakarta - Lima anak pasangan pasutri Utomo Perbowo dan Nurindria Sari yang saat ini berada di safe house sudah ditemui oleh psikolog. Mereka kemudian mengungkapkan kekerasan fisik yang dilakukan ayahnya selama ini.

"Jadi setelah dilakukan assessment, kelima anak ini mengalami indikasi stres trauma panjang yang berkelanjutan. Baik trauma secara fisiki maupun non fisik," ujar psikolog Prof Sarlito W Sarwono di safe house yang terletak di Jakarta Timur, Jumat (15/5/2015).

Sejauh ini kelima bocah korban penelantaran orang tuanya itu masih belum dapat membuka dirinya terhadap orang lain. Hanya D yang merupakan anak ketiga pasutri tersebut yang bisa berkomunikasi dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi dapat kami beritahukan untuk D bisa besosialiasi, sementara keempat anak-ananya yang perempuan, karena terisolir di dalam rumah, mereka agak kesulitan bersosialisasi oleh karena itu kami meminta waktunya untuk satu minggu ke depan mereka tidak diganggu," paparnya

Sarlito mengatakan trauma yang dialami anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tua ini sangat tergambar jelas. Terlebih jika nama ayahnya disebut, rasa takut hebat digambarkan oleh D.

"Untuk D sendiri akan menjerit ketika disebut nama ayahnya, sementara putrinya yang paling bungsu selalu merengek ingin dekat dengan ibunya," ujarnya.

Kepada Sarlito, D bercerita bagaimana penyiksaan fisik yang dilakukan oleh ayahnya. "Kekerasan fisik macam-macam, diborgol, diancam dengan pistol korek sampai berdarah dipukul. Khusus D," ucap Sarlito.

(edo/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads