"Kepadatan penumpang yang terjadi pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2015 di terminal kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar adalah murni kepadatan penumpang yang terjadi akibat jadwal kedatangan penumpang dalam waktu bersamaan," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Dwiyekti Windayani lewat pesan elektronik kepada detikcom, Jumat (15/5/215).
Dwiyekti menyebut pembiaran masuknya penjemput penumpang umrah di bandara tidaklah benar. Berdasarkan klarifikasi langsung dengan pihak PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, didapatkan penjelasan bahwa pada hari Minggu tanggal 10 Mei sekitar pukul 21.15 WITA, ada beberapa penerbangan yang mendarat bersamaan, sehingga penumpang terlihat sangat padat.
"Pesawat yang mendarat bersamaan tersebut antara lain Garuda Indonesia GA 612 dari Jakarta yang mengangkut sebanyak 218 penumpang, Lion Air JT 782 dari Jakarta sebanyak 217 penumpang, Lion Air JT 780 dari Surabaya sebanyak 219 penumpang, Lion Air JT 740 dari Denpasar sebanyak 205 penumpang, Garuda Indonesia GA 667 dari Surabaya sebanyak 89 penumpang, dan Lion Air JT 663 dari Balikpapan sebanyak 130 penumpang," terangnya.
"Dengan demikian, seluruh penumpang yang mendarat bersama di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 1.078 orang penumpang," tambahnya.
Selain beberapa pesawat yang mendarat bersamaan di Terminal kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, semua penumpang rute domestik yang tiba harus melalui satu area kedatangan (arrival connecting area) sebelum menuju ruang kedatangan (baggage claim area).
"Dengan demikian, seluruh penumpang yang masuk dalam waktu yang bersamaan dengan jumlah penumpang sebanyak 1.078 orang membuat kondisi ruangan di terminal kedatangan pada saat itu menjadi penuh sesak, sementara dimensi arrival connecting area yang ada di Terminal Kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin hanya berdimensi Β± 10 m 7,5 m," terangnya.
Sebelumya, penumpang pesawat Garuda Indonesia yang tiba sekitar pukul pukul 21.15 WITA pada hari Minggu lalu, dibuat kaget dengan banyaknya penjemput di dekat pintu masuk. Sebagian di antara mereka bahkan ada yang menghalangi jalan. Sehingga menyulitkan para penumpang pesawat GA yang baru tiba di Bandara tersebut.
"Kondisinya kayak pasar saja. Padahal biasanya sangat susah masuk ke ruangan di Bandara itu. Harus pakai pas khusus. Ini ratusan orang dibiarkan masuk oleh otoritas Bandara Sultan Hasanuddin," keluh seorang penumpang, Natsir yang baru tiba dari Jakarta.
(fiq/nit)











































