"649 orang yang akan dilantik Senin jam 08.00 WIB di halaman Balai Kota. Ada mutasi, rotasi, promosi dan demosi (distafkan)," ujar Agus di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015).
"Demosi itu orang yang di-grounded, dari eselon III, menjadi staf. itu ada 41 orang. promosi ada 174 orang, rotasi 352 orang, posisinya sama, yang mutasi, rotasi antar institusi, mutasi. Yang keluar dari dalam, itu 13 orang," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perombakan sambung Agus mencakup pegawai eselon III dan IV. Mereka terdiri dari Kepala Suku Dinas, Kepala Seksi (Kasie) dan Kepala Bagian (Kabag).
Para pegawai itu dicopot lantaran hasil evaluasi selama empat bulan terakhir dinilai kurang memuaskan.
"Perubahan ini bisa meningkatkan kerja organisasi, sehingga bisa lebih cepat. Kemarin ada asumsi belum ada anggaran ko diganti, DKI ini bukan cuma anggaran tapi pelayanan," kata Agus.
Terkait status Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan uniterruptible power supply (UPS) Wilayah Jakarta Barat dalam APBD 2014, Alex Usman, hingga kini masih ditentukan meski sudah mengundurkan diri.
Sebab, menurut Agus pihaknya hingga kini belum menerima surat resmi dari Mabes Polri terkait status tersangka yang melekat pada Alex.
"Kasus hukum kalau dia sudah ada surat resmi baru kita akan proses kalau berita koran belum bisa jadi bahan pertimbangan. Seperti UPS, kalau dia tersangka kita kirim ke Bareskrim, Alex Usman memang sudah mengundurkan diri," ujarnya.
(aws/fdn)











































