Kapolres Langkat, AKBP Dwi Asmoro mengatakan ke 96 orang ini mendarat di perairan Langkat pada Jumat (15/5/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka terdiri dari 88 pria dan 8 wanita.
Kondisi mereka saat ini sebagian mengalami dehidrasi. Saat ini mereka ditempatkan di aula serba guna Kecamatan Pangkalan Susu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Dwi, faktor warga asal Bangladesh yang meninggalkan negaranya karena mengalami kemiskinan sedangkan warga asal Myanmar meninggalkan negaranya karena sedang ada konflik.
Para imigran ini menggunakan satu kapal berbahan kayu. Mereka bertolak dari negara asalnya menuju Thailand.
"Jadi mereka ini awalnya menggunakan satu kapal menuju Thailand, namun diusir oleh pemerintah Thailand dan seterusnya menuju Malaysia. Hal yang sama juga terjadi, mereka diusir. Setibanya di perairan Langkat, mereka meminta pertolongan dan diselamatkan para nelayan," kata Dwi.
Dwi mengatakan pihaknya terus memantau situasi ini. Koordinasi penanganan dilakukan dengan pihak imigrasi dan pemerintah setempat.
Bagian besar dari kelompok imigran ini juga ditemukan terombang-ambing di Langsa, Aceh. Sebanyak 662 imigran itu ditemukan nelayan pada Kamis (14/5) dan kini ditempatkan di Kuala Langsa.
(rul/try)











































