"Sebelum berangkat sebenarnya ada pembekalan akhir, 10 jam pembelajaran. Sehari ada 4 jam pembelajaran tentang adat istiadat di negara tujuan mereka. Tapi masalahnya banyak TKI enggak ikut itu. Pada lompat, ini ulah PJTKI yang nakal," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015).
Para TKI pun sudah diwajibkan mengikuti pelatihan dengan total 600 jam pelajaran. Dari total itu, ada 15 jam pelajaran mengenai kebudayaan negara asing tempat TKI itu akan ditempatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menggunakan dana fungsi pendidikan untuk konsep 'SMK mini'. Maksudnya kurikulum selama 3 tahun yang selama ini diajarkan di SMK itu diperas. Yang tak pokok dibuang, seperti olahraga, kesenian, pendidikan agama Islam, PMP itu diperas, diambil yang skill-nya saja dijadikan enam sampai delapan bulan," tutur Nusron.
Pemberian pelatihan keterampilan menurut Nusron merupakan langkah untuk menjadikan TKI jadi tenaga terlatih. Sehingga ke depannya TKI akan lebih terlatih dan profesional.
"Modelnya dari yang semula dikontrak oleh individu, menjadi dikontrak oleh perusahaan. Dari yang semula perlindungannya lemah menjadi terjamin. Maka itu PJTKI nakal akan dicabut izinnya," kata dia.
Sejauh ini ada 513 perusahaan PJTKI yang tercatat. Dari data itu ada 114 yang diawasi secara khusus karena dikhawatirkan melakukan praktik nakal.
"Selama saya menjabat sudah ada 68 PJTKI yang dicabut izinnya," ucap Nusron.
(bpn/fdn)











































