"Beliau dosen kita. Tetapi nama dikoreksi yang benar itu Utomo Perbowo dia master management tenik, dia bergabung dengan kita sejak tahun 2008," kata Ketua STT Muhammadiyah, Firmansyah Azharul saat ditemui detikcom di ruang kerjanya di Kampus STT Muhammadiyah Jalan Anggrek No.25 Perum PT.SC Cileungsi, Jumat (15/5/2015).
Menurut Firman tidak ada yang aneh dengan sikap Utomo. Selama mengajar Utomo dikenal baik dan supel. "Selama beliau aktif dan mengajar interaksi bagus, orangnya energik, supel sama orang. Jadi kita tidak ada masalah apa-apa," ucap Firman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak ada (keluhan). Semua baik-baik saja, suka ngelucu juga, dia supel orangnya tidak ada masalah dengan mahasiswa atau dibilang sebagai dosen killer seperti zaman dulu. Kejadian ini bertolak belakang begitu diblow-up," kata Firman heran.
Pasangan Utomo dan Nurindra harus dibawa ke Polda Metro Jaya pada Kamis (14/5) kemarin. Pasangan ini diduga menelantarkan AD (8) dan keempat anak kandungnya. Berdasarkan laporan yang diterima KPAI, AD tidak diizinkan masuk ke dalam rumahnya selama 1 bulan. AD pun terpaksa tidur di Pos Satpam komplek perumahannya. Kondisi yang dialami AD membuat sejumlah tetangganya prihatin. Rumah tempat tinggal Utomo di Perumahan Citra Gran Cibubur juga berantakan seperti 'kapal pecah' karena tak diurus. Barang-barang bergeletakan di sembarang tempat dan aroma bau busuk menyeruak di dalam rumah.
(slm/ndr)











































