Pengumuman Kelulusan UN di SMK ini Unik, Siswa Menari Kolosal 'Memanggil Roh'

Pengumuman Kelulusan UN di SMK ini Unik, Siswa Menari Kolosal 'Memanggil Roh'

- detikNews
Jumat, 15 Mei 2015 14:55 WIB
Pengumuman Kelulusan UN di SMK ini Unik, Siswa Menari Kolosal Memanggil Roh
Tari kolosal Nini Thowong atau tarian memanggil roh (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Bantul - Pengumuman kelulusan siswa setelah mengikuti ujian nasional adalah saat yang ditunggu oleh para siswa. Namun, masih banyak siswa yang merayakan kelulusan dengan pesta konvoi yang mengganggu masyarakat atau hal negatifnya.

Tetapi, berbeda dengan pengumuman kelulusan yang dilakukan oleh SMKN 1 Pundong, Bantul, DIY. Mereka mengemasnya dengan unik dan seru. Dikemas dengan penuh nuansa budaya lokal yang bisa menyedot ribuan warga untuk menyaksikannya.

Prosesi pengumuman diawali dengan pawai budaya berjalan kaki dan andong dari sekolah mereka menuju lapangan desa Panjang Rejo yang berjarak sekitar 5 km. Sampai di lapangan, sebanyak 173 siswa menampilkan tarian kolosal Nini Thowong yang merupakan kesenian khas di kecamatan Pundong. Tarian ini merupakan kesenian religius dalam memanggil roh di kuburan melalui ritual-ritual yang dipimpin tetua masyarakat setempat. Tarian ini sebenarnya diperankan oleh boneka Nini Thowong, namun dalam tarian kolosal ini dimainkan para siswa dengan dandanan unik dan gerakan lincah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pengumuman kelulusan dilakukan dengan cara memanah balon oleh Srikandi yang diperankan salah satu guru. Di dalam balon yang berjumlah 8 ini terdapat nama-nama siswa dan keterangan lulus dan tidaknya. Setelah dipanah dan balon meletus, para siswa berlarian menuju balon mencari nama mereka. Mengetahui lulus, mereka berpelukan, menangis dan sujud syukur.

"Seluruh siswa kami sebanyak 246 siswa lulus semua. Dengan cara ini, agar anak-anak mengenal budayanya dan bisa melestarikannya," kata Sutapa, Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Pundong, Bantul, di lapangan Panjang Rejo, Bantul, Jumat (15/5/2015).

Setelah pengumuman, para siswa menuliskan cita-cita masing-masing ke balon yang kemudian diterbangkan. Ratusan balon dengan membawa cita-cita para siswa ini terbang tertiup angin.

Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian juga menyerahkan bantuan sebanyak 8 alat semprot kepada petani disekitarnya.

Salah satu siswa, Yani Ramdani Saputra mengaku senang bisa lulus. Ia bercita-cita bisa mendapatkan pekerjaan untuk membahagiakan orang tuanya. Cara pengumuman kelulusan seperti ini dinilai cukup menarik dan tidak perlu dengan hura-hura.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads