Kepala BNP2TKI: TKI PRT Akan Dikurangi, Diganti Tenaga Perawat

Kepala BNP2TKI: TKI PRT Akan Dikurangi, Diganti Tenaga Perawat

- detikNews
Jumat, 15 Mei 2015 13:49 WIB
Kepala BNP2TKI: TKI PRT Akan Dikurangi, Diganti Tenaga Perawat
Nusron Wahid di Istana (Foto: Bagus PN/detikcom)
Jakarta - Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan kebijakan pengurangan TKI pembantu rumah tangga (PRT). Sebagai gantinya, tenaga PRT akan dialihkan menjadi tenaga perawat.

"TKI kita kan kebanyakan adalah perempuan, nah kalau perempuan itu lebih baik di bidang hospitality (perawatan), kan? Jadi PRT akan dikurangi, sebagai gantinya adalah perawat. Awas lho jangan dipelintir jadi hospitality plus plus. Selain itu penghasilan tenaga perawat lebih besar ketimbang PRT," ujar Nusron di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015).

Menurut Nusron saat ini sebanyak 18 ribu tenaga perawat di Indonesia menganggur. Padahal di Timur Tengah membutuhkan 15 ribu tenaga perawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya Allah (devisa bertambah). Hitung saja kalau gaji PRT 500 dollar maksimal, perawat tanpa sertifikat 1000 dollar, kalau perawat pakai sertifikat internasional 3000-4000 dollar," tutur Nusron.

Untuk sertifikasi, BNP2TKI menggandeng Kementerian BUMN untuk mendatangkan tim asesor dari Filipina. Negara tersebut saat ini tercatat sebagai pengirim tenaga perawat terbesar.

"Kemudian enggak perlu lagi perawat kita datang ke Filipina. Tempat uji kompetensinya di Indonesia, lembaga sertifikasi di Indonesia dan kemudian asesornya yang dari Pilipina akan ke sini," kata Nusron.

(bpn/fdn)


Berita Terkait