Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan, siswa-siswi yang merokok dan memiliki handphone berharga mahal tidak akan menerima bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sebab bila siswa tersebut berasal dari keluarga tidak mampu, tentu saja mereka tidak bisa membeli HP mahal.
"Anak yang ngerokok, pegang handphone mahal. Yang rokok ada duit bapaknya, 2 bungkus lagi sehari. Kan lucu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015).
Ahok mengatakan, pihaknya akan memperketat para penerima bantuan KJP. Ini dilakukan agar pemberian KJP tepat sasaran, bukan malah diterima siswa yang berasal dari keluarga mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besaran dana KJP yang akan dicairkan tahun ini adalah Rp 2,4 triliun. Angka ini menurun jika dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 3 triliun.
Setelah dievaluasi, tahun ini Ahok mengurangi jumlah anggaran KJP sebesar Rp 600 miliar. Hal ini menyusul ditemukannya penerima anggaran ganda.
(aws/fdn)











































