Ini Mimpi Warga Kampung Nelayan di Talaud, Semoga Didengar Menteri Susi

Ini Mimpi Warga Kampung Nelayan di Talaud, Semoga Didengar Menteri Susi

- detikNews
Jumat, 15 Mei 2015 08:37 WIB
Talaud - Ada 6 ribu warga di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara yang berprofesi sebagai nelayan. Mereka saat ini tengah kesulitan terkait batasan wilayah laut untuk mengambil ikan. Tak hanya itu saja, mereka juga mengeluh kurangnya fasilitas seperti SPBN.

Hal tersebut diungkapkan Jonerson yang sudah sepuluh tahun menjadi nelayan. Jonerson mengeluhkan adanya larangan pengambilan ikan di wilayah pulau lain.

"Lokasi itu dilarang, kami dari Melonguane tidak boleh mencari ikan di wilayah Tabang ke atas. Padahal sebelumnya boleh," terang Jonerson kepada wartawan di lokasi kampung nelayan, Jumat (15/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jonerson mengatakan, sudah hampir dua tahun warga kampung nelayan Melonguane tidak boleh memancing di wilayah lain. Dan hal tersebut membuat peghasilan nelayan menurun.

"Itu peraturan desa nelayan di bawah tidak boleh keatas. Jadi akibat dari kami tidak bisa operasi jauh, pendapatan juga menurun drastis," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jonerson meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menengok ke lokasi. Karena para nelayan tersebut membutuhkan bantuan alat-alat operasi dan bahan bakar.

"Kami harap adanya bantuan bagi nelayan kecil seperti kami. Kami butuh alat-alat operasi, SPBN dan kapal-kapal kecil," tutup Jonerson.

Mendengar hal tersebut, Ketua DPD Irman Gusman meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat kebijakan di daerah perbatasan. Dan nantinya dana Rp 100 miliar dari pemerintah dapat dialokasikan membangun insfrastruktur dalam industri supaya nelayan meningkat.

"Kemudian fasilitas SPBN, SPBU dan sarana prasarana perikanan seperti kapal dan dermaga. Jadi tidak boleh ada larangan semua nelayan boleh mengambil ikan di daerah manapun," terang Irman.

(spt/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads