"Saya terkadang ngajar, kadang tidak," ujar Utomo kepada detikcom di ruang piket 1 Jatanras Polda Metro Jaya, Kamis (14/5/2015).
Sebagai dosen ia mengaku digaji Rp 1.250.000. Pengakuan itu dirasa ganjil melihat gaya hidup dan jumlah mobil yang dimilikinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berbincang, sesekali Utomo mengecek telepon genggamnya. Saat mengecek, tiba-tiba Utomo langsung terdiam setelah membaca pesan singkat yang masuk.
"Mati saya. Habis udah karir saya. Rektor saya SMS melihat tayangan saya di TV. Memang muka saya terlihat jelas ya? Aduh kacau ini," sembari menujukan isi pesan tersebut.
"Abis saya jadi pengangguran. Mereka (kampus) nggak akan terima saya lagi. Susah payah saya bangun karir saya sekarang hilang semua, habis semua. Itu semua berita tidak benar. Fitnah," tuturnya.
(edo/rjo)











































