Polda Metro Jaya memproses dugaan kedua orang tua yang menelantarkan anak perumahan Gran Citra Cibubur memiliki kelainan jiwa. Utomo Permono dan istrinya, Nurindria Sari, akan dites kejiwaan.
"Kedua orang tua nanti akan diperiksa, kondisi kejiwaannya seperti apa, apakah ada kelainan," kata Kasubdit I Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Buddy di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Kamis (14/5/2015).
Dugaan awal, kondisi kejiwaan Utomo tak ada masalah. Namun memang dia belum mendalami kondisi Nurindria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada lima anak yang dievakuasi personel Polda Metro Jaya, KPAI, Kemensos dari rumah orang tua yang menelantarkan anaknya di Cibubur. Kondisi rumah tempat orang tua dan 5 anaknya tinggal itu aneh sekaligus memprihatinkan. Dari kondisi rumah inilah dugaan kelainan jiwa muncul.
Kondisi di dalam rumah 2 lantai bercat warna kuning yang ditinggali Utomo dan keluarganya memprihatinkan, berantakan dan banyak sampah. Istilah yang mungkin cocok dan umum digunakan untuk menggambarkan kondisi di dalam rumah adalah bak kapal pecah.
Ruang tamu rumah itu sesak berisi dua kasur ukuran besar dan sofa. Kasur dan sofa tersebut tak disusun rapi. Kipas angin diletakkan di atas sofa berwarna merah. Ada juga televisi ukuran 24 inchi di ruang tamu itu. Tak ada sekat antar ruangan, sehingga ruang tamu itu menjadi luas.
Baju dan sampah berserakan di ruangan itu. Sampah yang ada terdiri dari bungkus makanan dan minuman. Sementara untuk baju, tak jelas yang mana yang layak dipakai. Anehnya, di antara 'kapal pecah' itu, rak bukunya tertata rapi dan bersih.
Beranjak ke dapur, pemandangan yang terlihat bisa dibilang lebih 'horor'. Piring dan gelas kotor, ember, sampah, gantungan baju, berserakan tak tertata. Ada juga baby walker di dapur. Kondisi lantainya kotor. Pengap dan bau busuk juga mewarnai setiap ruangan. Sayangnya lantai atas rumah itu dilarang dilihat oleh polisi.
Di depan rumah itu, ada dua mobil, yaitu sedan BMW dan Honda Odyssey. Dilihat dari tebalnya debu, dua mobil itu tampaknya sudah lama tak dipakai.
Utomo berprofesi sebagai dosen teknik industri STT Muhammadiyah Cileungsi. Sedangkan Nurindria ibu rumah tangga.
(tor/fjp)










































