"Oh enggak bener itu (menelantarkan anak)," kata Iin saat diinterogasi petugas, Kamis (14/5/2015).
Iin menyangkal telah menelantarkan Dani yang sudah sebulan tidak bisa kembali ke rumahnya. Wanita berambut panjang ini malah menuding tetangganya lah yang menyekap puteranya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan, jika ia dan suaminya sudah mencoba membawa anaknya dari rumah tetangganya.
"Tapi disembunyiin," ungkapnya.
Hal berbeda dikatakan para tetangga Iin. Disebutkan para tetangga, anaknya justru diusir dari rumahnya di Perumahan Citra Gran Cluster Nusa Dua Blok E8 No 37 Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Sudah satu bulan anaknya itu berkeliaran di luar dengan sepedanya, hingga para tetangga menampungnya dan memberinya makanan dan pakaian.
Wanita yang mengaku bergelar Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Merdeka Malang, Jatim, ini mengatakan jika dirinya memenuhi kebutuhan anak-anaknya termasuk yang disebut tetangga ditelantarkan itu.
"Makan ya dikasih makan, kadang saya beli di luar, kadang manggil tukang nasi Padang," ungkapnya.
Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, KPAI dan Kementerian Sosial, siang tadi mengevakuasi anak-anak Iin dan Utomo dari rumah tersebut. Rumah yang ditempati keluarga tersebut sangat tidak layak, meski dari luar bangunan dua lantai tersebut tampak normal.
Pemandangan tidak biasa terdapat di dalam rumah keluarga tersebut. Perabotan rumah tangga tidak teratur, dan berserakan. Sampah-sampah dan makanan berbaur menjadi satu. Pakaian bekas tertumpuk di setiap sudut ruangan hingga di atas kasur.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, pihaknya mengevakuasi anak-anak tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat.
"Anak-anak ini kan dilindungi oleh Negara, sehingga kita lakukan upaya evakuasi ini untuk menyelamatkan mereka. Karena ada informasi jika anak-anak tersebut ditelantarkan," ungkap Herry.
(mei/tor)











































