Dibawa ke Mapolda Metro Bersama Ayahnya, 2 Anak yang Ditelantarkan Menjerit

Dibawa ke Mapolda Metro Bersama Ayahnya, 2 Anak yang Ditelantarkan Menjerit

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 14 Mei 2015 15:38 WIB
Dibawa ke Mapolda Metro Bersama Ayahnya, 2 Anak yang Ditelantarkan Menjerit
Jakarta - Utomo Permono (usia sekitar 50-an awal), dosen salah satu universitas swasta di Cileungsi dibawa personel Jatanras Polda Metro ke Mapolda. Dia dibawa untuk diperiksa terkait dugaan penelantaran anak-anaknya.

Usai mengevakuasi 5 anak Utomo dari Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua Blok E8 Nomor 37, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/5/2015) siang tadi, Tim Gabungan Polda Metro-Kemensos-KPAI membawa Utomo dan dua anaknya ke Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Utomo dan dua anaknya dibawa menggunakan mobil terpisah.

Di Mapolda, kedatangan rombongan tim gabungan rupanya sudah ditunggu awak media. Utomo yang tadinya sudah keluar mobil, masuk lagi karena melihat ramainya wartawan. Dia tak mau masuk ke dalam gedung Subdit Jatanras Polda Metro.

Namun polisi tetap menyuruhnya berjalan masuk ke dalam ruangan. Utomo yang mengenakan kemeja bergaris hitam-ungu pun akhirnya turun dari mobil dan berjalan masuk dengan menutupi mukanya menggunakan topi.

Setelah Utomo masuk, sepasang anak Utomo yang dibawa Tim Gabungan juga hendak masuk ke dalam gedung. Namun kedua anak yang awalnya diam saja itu menjerit dan menangis saat kamera wartawan mendekat. Mereka menangis sejadi-jadinya dengan suara keras dan air mata mengucur deras.

"Teman-teman mohon maaf kameranya mohon diturunkan dulu, ini anaknya ketakutan, ini takut dimarahin bapaknya. Nanti kita gelar konferensi pers," ujar salah seorang petugas. Kemudian kedua anak itu dibawa masuk ke dalam gedung.

Hanya mereka bertiga yang dibawa tim ke Polda Metro Jaya. Tiga anak lainnya tak diketahui di bawa ke mana, namun dipastikan berada dalam lindungan tim gabungan. Sedangkan si ibu yang bernama Nurindria Sari kemungkinan masih dalam perjalanan dari Cibubur menuju Polda Metro Jaya.

(tor/mad)


Berita Terkait